BAP Aziz Nur Ungkap Tukar Bantu Kuota Haji Istri Irjen Kemenag dengan Jemaah Dream Tour

0
15
Reporter: Wisnu Yusep

Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Abdul Aziz Nur, Auditor Ahli Muda Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Kemenag), mengungkap adanya komunikasi mengenai pengisian kuota tambahan haji khusus 2023 yang melibatkan nama istri Inspektur Jenderal Kemenag saat itu, Cut Haslinar. Dalam BAP, Aziz Nur dimintai keterangan setelah penyidik memperlihatkan kepadanya hasil forensik komunikasi WhatsApp pada 31 Mei 2023 antara nomor miliknya dan nomor Rizky Fisa Abadi.

Komunikasi itu merupakan hasil ekstraksi dari iPhone 14 Pro milik Rizky Fisa Abadi yang telah disita penyidik KPK sebagai barang bukti. Aziz kemudian diminta menjelaskan nama-nama yang dititipkan kepada Rizky Fisa Abadi untuk mengisi kuota tambahan haji khusus 2023, termasuk apakah mereka berangkat, apakah berstatus jemaah dengan masa tunggu nol tahun atau zero waiting list (TO), serta besaran biaya atau fee percepatan.

Dalam keterangannya, Aziz mengungkap bahwa pada Mei 2023, Inspektur Jenderal Kemenag Faisal menyampaikan kepadanya mengenai keinginan istrinya, Cut Haslinar, untuk mengikuti ibadah haji 2023 melalui skema jemaah percepatan atau TO.

“Pada Mei 2023, Inspektur Jenderal Sdr. Faisal menyampaikan kepada saya apakah bisa istrinya Cut Haslinar bisa ikut haji 2023 sebagai jemaah percepatan (TO),” kata Aziz dalam BAP yang dikutip, Senin (28/09/2026).

Baca Juga :   KPK Tegas Menepis Isu Perpecahan Pimpinan, Siap Umumkan Lanjutan Kasus Kuota Haji

Menurut Aziz, pada saat itu pihaknya telah mendengar bahwa kuota tambahan haji khusus 2023 dapat digunakan untuk jemaah percepatan. Faisal kemudian, menurut Aziz, meminta agar Cut Haslinar didaftarkan melalui PT Dream Tour. Aziz juga diminta berkomunikasi dengan Umar Bakadam.

“Coba kamu bilang ke Umar Bakadam, Ziz, kalau dia bisa bantu istri saya ya nanti kita bantulah dia urusan haji,” ujar Aziz menirukan pesan Faisal dalam BAP.

Aziz mengaku kemudian menyampaikan pesan tersebut kepada Umar Bakadam. Menurut keterangan Aziz, Umar menyatakan bersedia membantu keberangkatan Cut Haslinar. Bahkan, Umar disebut bersedia menanggung biaya haji istri Faisal dengan syarat jemaah percepatan atau TO dari PT Dream Tour juga dapat dibantu untuk berangkat.

“Pada akhirnya Sdri. Cut Haslinar hanya membayar tiket pergi haji, untuk paket hotel dan lain-lain ditanggulangi PT Dream Tour termasuk biaya BPIH dan BIPIH Khusus juga ditanggulangi PT Dream Tour,” kata Aziz.

Dalam BAP, Aziz juga menerangkan bentuk imbalan yang disebut diberikan dalam skema tersebut. Menurut dia, jemaah TO dari PT Dream Tour dapat berangkat haji dan sebagian di antaranya merupakan rombongan PBNU. Aziz menyebut keberangkatan melalui PT Dream Tour itu diarahkan oleh Faisal yang saat itu juga disebut memiliki posisi sebagai Wakil Bendahara Umum PBNU.

Baca Juga :   Pansus Angket Haji Ancam Pejabat Kemenag Jika Tidak Penuhi Panggilan untuk Bersaksi di DPR

“Untuk imbalannya, jemaah TO PT Dream Tour berangkat dan termasuk rombongan PBNU diarahkan oleh Sdr. Faisal yang kebetulan Pengurus PBNU sebagai Wakil Bendahara Umum, untuk berangkat menggunakan PT Dream Tour,” ujar Aziz.

Aziz selanjutnya menerangkan bahwa Umar Bakadam memberikan surat pengajuan dan daftar nama jemaah PT Dream Tour kepadanya. Dokumen tersebut kemudian diteruskan Aziz kepada Rizky Fisa Abadi. Aziz juga mengaku secara khusus menyampaikan kepada Rizky bahwa terdapat nama Cut Haslinar dalam daftar tersebut.

“List nama-nama tersebut saya teruskan kepada Rizky Fisa Abadi, dan saya pesankan ke Rizky Fisa Abadi ada istri Faisal atas nama Cut Haslinar yang juga mau berangkat,” kata Aziz.

Keterangan Aziz itu menjadi penting, karena nama Rizky Fisa Abadi sebelumnya juga muncul dalam rangkaian pemeriksaan perkara dugaan korupsi kuota tambahan haji 2023-2024. Dalam pemeriksaan KPK, penyidik bahkan memperhadapkan Aziz dengan hasil forensik komunikasi WhatsApp antara dirinya dan Rizky pada 31 Mei 2023.

Dalam BAP, rangkaian komunikasi itu dikaitkan dengan kuota tambahan haji khusus 2023 yang pada saat itu disebut dapat digunakan untuk jemaah percepatan atau TO. Keterangan Aziz juga beririsan dengan keterangannya mengenai keluarga pejabat Inspektorat Jenderal yang tercatat mengisi kuota tambahan haji khusus.

Baca Juga :   KPK: Uang US$406 Ribu dari Asrul Diduga Bagian Dana US$1 Juta yang Disiapkan untuk Pansus Haji DPR

Sebelumnya, Aziz menerangkan bahwa Cut Haslinar, istri Faisal, tercatat sebagai jemaah TO yang mengisi kuota tambahan haji khusus 2023. Selain itu, Aziz menyebut saudara Inspektur Wilayah I Nugraha Setiawan serta istri Sekretaris Irjen/Inspektur Wilayah IV Kastolan juga tercatat mengisi kuota tambahan haji khusus 2024 sebagai jemaah TO.

Kini, dalam keterangannya mengenai komunikasi dengan Rizky Fisa Abadi, Aziz mengungkap lebih jauh bagaimana proses pengajuan nama Cut Haslinar dan daftar jemaah PT Dream Tour tersebut berlangsung.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics