AI Pre-Summit 2026: Indonesia–India Selaraskan Strategi AI yang Bertanggung Jawab

0
86

Indonesia dan India sepakat memperkuat kolaborasi strategis untuk membangun ekosistem kecerdasan artifisial (AI) yang etis, inklusif, berpusat pada manusia, dan berkelanjutan. Kesepakatan ini ditegaskan dalam AI Pre-Summit 2026 di Jakarta, yang mempertemukan pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan kedua negara.

Acara yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (21/1) itu diselenggarakan oleh MSC (MicroSave Consulting) bersama Kedutaan Besar India di Jakarta, India Indonesia Chamber of Commerce (IndCham), serta Women Entrepreneurship Platform (WEP) di bawah NITI Aayog.

India menempatkan inovasi yang bertanggung jawab sebagai fokus utama, sekaligus mendorong pengembangan teknologi AI yang multibahasa dan mudah diakses melalui kerangka people, planet, and progress. Kerangka ini menekankan integrasi AI dengan infrastruktur publik digital guna memastikan akses yang adil dan berskala luas.

 Sementara itu, Strategi Nasional AI Indonesia 2020–2045 beserta kerangka etika AI menitikberatkan pada prinsip kepercayaan, transparansi, pengembangan talenta, dan akuntabilitas dalam penerapan AI di sektor-sektor prioritas nasional. Sektor tersebut mencakup kesehatan, tata kelola pemerintahan, pendidikan, ketahanan pangan, dan mobilitas. Kedua negara sepakat memandang AI sebagai pendukung dalam memperkuat layanan publik, memperluas peluang ekonomi, serta meningkatkan ketangguhan perempuan, pekerja sektor informal, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wakil Menteri Komunikasi dan Urusan Digital (KOMDIGI), Nezar Patria, melalui special remarks menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan India membuka peluang besar untuk pengembangan kecerdasan artifisial yang berorientasi pada kepentingan publik.

Baca Juga :   Studi Pemikiran Geopolitik Bung Karno Dinilai Relevan dengan Situasi Saat Ini

 “Pertumbuhan ekonomi digital di kedua negara menjadi peluang strategis untuk memanfaatkan AI secara aman, tepercaya, dan berpusat pada manusia guna menjawab tantangan publik, mulai dari inklusi keuangan hingga ketahanan iklim,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan tata kelola dan investasi pada infrastruktur dasar AI menjadi kunci agar inovasi AI berkembang secara inklusif dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Ia menyoroti terbukanya ruang kerja sama yang lebih erat di bidang ini sebagaimana tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara India dan Indonesia saat kunjungan Prabowo ke India pada awal 2025.

Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia turut menegaskan bahwa kecerdasan artifisial (AI) memiliki peran strategis dalam mendorong kemaslahatan sosial, termasuk peningkatan layanan publik, perluasan inklusi keuangan, serta penguatan sistem perlindungan sosial berbasis kebutuhan.

“Dialog ini tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga langkah-langkah konkret untuk membangun ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan menjelang India–AI Impacts Summit 2026 di New Delhi,” ujarnya. Ia menambahkan, India dapat berbagi keunggulan pada pengembangan sumber daya manusia dan kemajuan teknologi digital, sementara Indonesia berkontribusi melalui kapasitas jaringan dan ekosistemnya.

Baca Juga :   Neraca Dagang Sektor Baja Hasilkan Surplus US$ 2,7 M di Semester I/2021

Sejalan dengan hal tersebut, Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menekankan pentingnya kolaborasi lintas industri sebagai kunci untuk menerjemahkan visi kebijakan AI ke dalam dampak ekonomi yang nyata. Menurutnya, interoperabilitas sistem AI, kemitraan bisnis Indonesia–India, serta penguatan ekosistem startup dan UMKM menjadi fondasi penting agar pengembangan AI tidak berhenti pada inovasi teknologi semata, tetapi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, efisien, dan berdaya saing, dengan pembelajaran manusia sebagai penggerak utama.

Anna Roy, Programme Director sekaligus Mission Director pada Women Entrepreneurship Platform (WEP), menekankan upaya India dalam memberdayakan inovasi AI yang dipimpin oleh perempuan. Ia menyampaikan bahwa ekosistem AI yang inklusif harus menjamin akses yang setara terhadap keterampilan, perangkat, dan peluang bagi perempuan serta inovator muda di kawasan.

Acara ini juga menghadirkan diskusi panel strategis yang mempertemukan pembuat kebijakan, sektor swasta, lembaga filantropi, dan organisasi pembangunan multilateral untuk membahas pengembangan AI yang inklusif. Panel membahas penguatan kolaborasi Selatan–Selatan, interoperabilitas data, digital public goods, serta peran AI dalam pemberdayaan tenaga kerja dan UMKM melalui peningkatan keterampilan, inklusi digital, dan perlindungan sosial.

Direktur Infrastruktur, Ekosistem dan Keamanan Digital Kementerian PPN/Bappenas, Andianto Haryoko, menegaskan bahwa AI dan transformasi digital merupakan pilar pembangunan jangka menengah dan panjang Indonesia.

Baca Juga :   Buah Lemon Bisa Jadi Sumber Energi Listrik

“AI harus mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat layanan publik. Fokus kami adalah memastikan manfaatnya dapat dirasakan semua lapisan masyarakat, termasuk perempuan, pekerja informal, dan UMKM,” kata Andianto.

Acara ditutup dengan sambutan penutup dari Grace Retnowati, Partner dan Country Head MSC Southeast Asia yang menegaskan komitmen MSC dalam mendorong pengembangan kecerdasan artifisial (AI) yang berpusat pada manusia dan inklusif di kawasan Asia Tenggara. Sebagai anggota Alliance for Inclusive AI, MSC (MicroSave Consulting) membawa pengalaman berbasis praktik dalam memajukan penerapan AI yang bertanggung jawab, sejalan dengan penekanan acara pada inovasi yang berorientasi pada manusia dan berdampak berkelanjutan.

“Nilai penting AI akan terasa ketika teknologi ini mampu menjunjung martabat manusia, memperluas kesempatan, dan memberdayakan komunitas. MSC akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dan pelaku industri untuk memastikan sistem AI dirancang secara bertanggung jawab dan dapat diakses secara luas,” ujar Grace.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics