ASDP Indonesia Ferry Cetak Rekor Baru dengan Laba Rp585 Miliar

0
343
Reporter: Maria Alexandra Fedho

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara konsolidasian membukukan laba audited tertinggi sepanjang masa sebesar Rp585 miliar pada tahun 2022, dengan pendapatan sebesar Rp4,381 trilliun. Adapun total pendapatan tersebut sudah melebihi daripada pendapatan sebelum Covid-19.

“Pendapatan 2022 telah melampaui dari total pendapatan dalam kondisi normal sebelum Covid-19 di tahun 2019 sebesar Rp3,328 triliun dan naik 23,4% dibanding realisasi tahun 2021 sebesar Rp3,550 triliun. Sementara untuk raihan laba bersih, mencapai 220,8% dari target, dan mengalami pertumbuhan 79,4% dari laba di tahun 2021 sebesar Rp326 miliar,” ucap Ira dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (16/06/2023).

Menurutnya, capaian laba bersih 2022 ini, ASDP berhasil mencetak laba tertinggi sepanjang sejarah sejak ASDP berdiri.

Pencapaian kinerja positif tahun 2022 turut dikontribusikan kinerja penyeberangan mulai dari perintis dan komersial (gabungan) antara lain jumlah penumpang mencapai sebanyak 7,6 juta orang atau naik sebesar 66% dibandingkan realisasi 2021 yang sebanyak 4,6 juta orang. Selain itu juga jumlah kendaraan roda 2 dan 3 sebanyak 4,1 juta unit atau 66% dari realisasi 2,5 juta unit, kendaraan roda 4 atau lebih mencapai 4,4 juta unit atau naik 48% dibandingkan realisasi 2021 sebanyak 2,9 juta unit, dan barang mencapai 1,3 juta ton atau turun 47% bila dibandingkan realisasi tahun 2021 sebanyak 2,4 juta ton.

Baca Juga :   Menteri Erick Kerahkan BUMN Tanggulangi Dampak Covid-19

“Pasca pandemi, terjadi shifting perubahan perilaku dari pejalan kaki ke kendaraan pribadi sehingga terjadi peningkatan pada kendaraan penumpang. Sedangkan untuk logistik, kenaikan didukung regulasi bahwa sejak awal pandemi pun tidak ada pembatasan pergerakan untuk kendaraan logistik, khususnya pada periode libur hari raya,” katanya.

Selain itu, kinerja positif juga didukung program pengendalian biaya melalui langkah efisiensi yang ditunjukkan dengan operating ratio 66,89% lebih rendah dibanding 2021 sebesar 72,05%. Selanjutnya, BOPO tahun 2022 sebesar 86,06% lebih rendah dibanding tahun 2021 sebesar 91,51%, yang mana hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil meningkatkan efisiensinya dengan adanya pengendalian keuangan terhadap realisasi beban pokok dan beban usaha.

“Dari kondisi ini, posisi ASDP menjadi perusahaan solvable, yakni memiliki kemampuan untuk membayar seluruh total utangnya menggunakan total aset sebesar 15,66%, dan Debt to Equity 0,21x,” tuturnya.

Selain itu, tahun 2022, ASDP juga berhasil membukukan nilai EBITDA positif sebesar Rp1,101 triliun, tumbuh sebesar 39% dari tahun 2021 sebesar Rp791 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan tingkat profitabilitas yang semakin baik dari tahun ke tahun.

Leave a reply

Iconomics