Atasi Kebingungan Royalti, USEA Global Hadirkan Solusi Aman untuk Pemutaran Musik di Ruang Publik

0
105

Bagi banyak pelaku usaha di Indonesia, memutar musik di ruang publik kini bukan lagi perkara sederhana. Musik yang seharusnya memberi suasana hangat di kafe, restoran, hotel, atau pusat perbelanjaan justru berubah menjadi sumber dilema.

Baru-baru ini viral di media sosial struk restoran yang menambahkan biaya Rp29.140 untuk “Royalti Musik/Lagu”. Selain itu, juga ramai diberitakan kasus Mie Gacoan yang harus membayar Rp2,2 miliar.

Situasi ini membuat pemilik ritel, kafe, restoran, hingga hotel kian berhati-hati untuk menyalakan musik. Di media sosial, perdebatan pun ramai dengan netizen mempertanyakan apakah wajar konsumen ikut menanggung biaya musik yang tidak mereka minta—menandakan kebingungan sekaligus kekecewaan publik.

Kondisi ini memperlihatkan pentingnya transparansi dan rasa adil. Bagi pelaku usaha, hal ini menjadi semakin mendesak untuk mencari solusi yang jelas agar tetap mematuhi regulasi tanpa menghilangkan kepercayaan pelanggan.

Di Indonesia, brand internasional seperti AEON Mall dan Gyu-Kaku telah mengantisipasi hal ini dengan menggandeng USEA Global. Melalui solusi musik berlisensi sebagai pintu masuk menuju pengalaman multisensori yang lebih lengkap, mereka dapat menghadirkan suasana lebih hidup, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan memberi dampak nyata pada kinerja usaha tanpa khawatir masalah lisensi maupun sengketa royalti.

Baca Juga :   Ekspansi Gerai, JD.ID Membuka Gerai Offline di AEON Mall Tanjung Barat

“Banyak regulasi di Indonesia dibuat untuk mendorong standar bisnis lebih baik, tapi sering kali justru membingungkan pemilik usaha. Jika diberikan solusi yang jelas, masalah ini bisa diatasi. Kerangka lisensi USEA Global dirancang dengan transparan dan adil, sehingga pelaku usaha dapat mengetahui dengan jelas apa yang dibayar dan terlindungi dari potensi sengketa maupun klaim mendadak,” ujar Jerry Chen, CEO USEA Global dalam keterangan pers.

Chika Sudo, perwakilan Regional Business Division USEA (Jepang), menambahkan bahwa selain kepatuhan hukum, menciptakan kenyamanan pelanggan juga sama pentingnya.

“Dengan sistem USEA Global, pelaku usaha bisa fokus pada layanan dan pertumbuhan pasar, sementara lisensi musik berjalan otomatis dengan transparansi penuh,” ujar Chika.

Melalui solusi ini, USEA Global membantu pelaku usaha di Indonesia menjadikan musik sebagai bagian dari strategi pengalaman pelanggan. Dengan musik berlisensi, teknologi canggih, dan keahlian internasional yang sudah dipercaya berbagai brand, bisnis dapat menciptakan suasana konsisten dan nyaman, di mana pelanggan merasa terhubung tanpa harus repot mengurus lisensi musik secara manual.

Leave a reply

Iconomics