BNI Akan Tingkatkan Pembiayaan untuk UMKM di Masa Pandemi

0
426

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memberi perhatian terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19. BNI karena itu dipastikan berpartisipasi membantu UMKM di Indonesia untuk menopang pertumbuhan perekonomian nasional.

Menurut Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto, UMKM berkontribusi besar terhadap perekenomian sehingga perlunya meningkatkan pembiayaan terhadap sektor. “Potensi pembiayaan UMKM di Indonesia masih tinggi, sebanyak 67% UMKM belum menerima pembiayaan,” tutur Sis Apik dalam keterangan resminya, Minggu (28/2).

Karena itu, kata Sis Apik, BNI telah memiliki sejumlah strategi sebagai salah satu motor penggerak program pemulihan ekonomi nasional (PEN), terutama dalam meningkatkan daya tahan UMKM di masa pandemi. Pertama, fase mitigasi dampak pandemi bagi debitur UMKM. BNI memberikan stimulus relaksasi restrukturisasi kredit terhadap 113 ribu debitur UMKM.

Kedua, fase adaptasi digital. BNI memberikan bantuan dengan mendorong UMKM bertransformasi ke arah digital. Ketiga, fase pemulihan giat UMKM bagi calon debitur UMKM BNI. Ini dilakukan dengan memberi bantuan dukungan tambahan modal kerja kepada 250 ribu UMKM di Indonesia.

Baca Juga :   Sinar Mas Land Memberdayakan UMKM di Pasar Intermoda BSD City

Tak hanya itu, BNI juga telah memberikan bantuan subsidi bunga kepada mitra usaha terdampak Covid-19 senilai Rp 1,05 triliun kepada 305 ribu debitur. Kemudian melakukan penjamian kredit sebesar Rp 3,034 triliun ke 2.553 debitur.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan BNI siap mendampingi UMKM untuk melalui masa sulit ini,” katanya.

Seperti diketahui, sepanjang 2020, BNI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak Rp 22 triliun.

Sebelumnya, pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap para pelaku UMKM. Dan sebanyak 61% UMKM masih membutuhkan pendanaan. Bahkan, ada 27% UMKM yang tidak dapat lagi melakukan pembayaran pinjaman. Hanya 5% saja para pengusaha kecil yang bisa membayar bunga atau pokok pinjamannya.

Padahal, peran UMKM terhadap ekonomi nasional sangatlah signifikan. Data global findex menunjukan, sebanyak 60,34% total PDB nasional berasal dari UMKM. Itu sebabnya, dalam program, salah satu program pemerintah adalah mendorong peningkatan daya tahan UMKM.

 

Leave a reply

Iconomics