Groundbreaking Tahap 5 di IKN: Ada Perbankan & Jasa Keuangan Lainnya, dan Telekomunikasi

0
36

Otorita Ibukota Nusantara (IKN) menggelar groundbreaking tahap 5 yang diadakan pada 29 Februari dan 1 Maret 2024.

Groundbreaking dilakukan oleh 4 perusahaan perbankan yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, serta Bank Kaltimtara. Ada pula Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Otorita IKN untuk lokasi dimana akan dibangun gedung OJK ke depannya.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono menambahkan bahwa di Nusantara juga akan dibangun area financial center di Wilayah Pembangunan 2 (WP 2) ke depannya.

Groundbreaking tahap 5 juga akan fokus pada sektor telekomunikasi, di antaranya Telkom Indonesia akan membangun Telkom Smart Office yang menandai dibangunnya layanan dasar seperti fiber optic, serta TVRI juga akan membangun mini studio Nusantara yang akan menyiarkan informasi seputar Nusantara ke seluruh masyarakat Indonesia.

Otorita IKN juga akan meluncurkan Command Center Nusantara, sebuah pusat kendali yang akan memonitor kegiatan di IKN. Khususnya saat ini, Command Center Nusantara akan mulai memonitor perkembangan Pembangunan IKN dan berlokasi di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK).

Baca Juga :   Bank Muamalat Bersama Bank Mandiri, BTPN dan OCBC NISP Kucurkan Pembiayaan Sindikasi untuk Pelindo

Dalam groundbreaking tahap 5, BPJS Kesehatan juga akan membangun kantor pelayanannya untuk dapat segera melayani masyarakat IKN di masa depan.

Agung mengatakan setelah pemilu, investasi terus berlanjut. “Kami siap untuk groundbreaking selanjutnya dalam 1-2 bulan ke depan. Kalau sekarang temanya perbankan dan smart city, tema selanjutnya nanti kita lihat layanan apa yang perlu dikembangkan dan saat ini kami terus berproses untuk mengelola ketertarikan investor,” katanya dalam keterangan resmi.

Presiden Joko Widodo yang melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bank Kaltimtara pada Jumat, 1 Maret 2024 menyatakan bahwa pembangunan Bank Kaltimtara tidak hanya merupakan langkah penting dalam memajukan sektor keuangan di Kalimantan tetapi juga bagian dari visi lebih luas untuk transformasi ekonomi Indonesia.

“Memang kita konsepkan bahwa di sini adalah akan menjadi ekonomi baru, akan menjadi transformasi ekonomi Indonesia sehingga semuanya memang harus masuk ke digital banking,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga mendorong kerja sama antara Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Kaltimtara untuk bersinergi dalam memberikan layanan keuangan, terutama untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pembangunan di daerah, dengan harapan untuk memperkuat ekonomi Kalimantan.

Baca Juga :   Jokowi: Indonesia Tetap Dukung Palestina Walau Timnas Israel Ikut di Piala Dunia U-20

Saat peletakan batu pertama atau groundbreaking Gedung BPJS Kesehatan di Kawasan IKN pada 1 Maret 2024, Presiden mengatakan groundbreaking klaster industri keuangan sudah kemarin, sekarang BPJS Kesehatan masuk, dan sudah lima rumah sakit dalam proses pembangunan. Sehingga ini akan melengkapi pelayanan di Ibu Kota Nusantara terhadap kesehatan masyarakat yang ada di sini dan tentunya di Tanah Air Indonesia.

“Saya ini kan ke lapangan selalu saya kontrol, selalu saya cek komplainnya masih banyak, tetapi setelah 2020 ke sini saya mampir ke rumah sakit, saya ke rumah sakit cek antrean pendaftaran perubahannya sangat drastis sekali sangat bagus sekali,” kata Presiden Jokowi.

Ia juga mengapresiasi pertumbuhan jumlah peserta BPJS yang telah mencapai 267 juta atau 95,7% dari total penduduk Indonesia. Presiden pun menyoroti faktor yang membuat BPJS Kesehatan dapat berjalan dengan baik di Indonesia dibandingkan dengan sistem kesehatan di Amerika Serikat beberapa waktu lalu, salah satunya dengan adanya layanan kesehatan dari puskesmas.

“Di sini menurut saya pertama ada rujukan puskesmas. Di Amerika nggak ada puskesmas, langsung ke rumah sakit sehingga beban semuanya langsung ke rumah sakit. Di sini masih ditahan di puskesmas, baru kalau (sakit) yang berat masuk ke rumah sakit,” kata Presiden.

Baca Juga :   Bank-bank Hindari Masalah dengan Lelang-lelang Aset Bermasalah

Selain itu, Presiden menyampaikan bahwa di Indonesia lebih banyak menangani pasien usia produktif dengan penyakit yang tidak terlalu parah dibandingkan dengan Amerika Serikat. Presiden menilai BPJS Kesehatan tidak menanggung beban yang terlalu besar.

“Mengenai aging populasinya di kita ini masih banyak karena ada bonus demografi usia-usia produktif ini yang terbanyak, sehingga beban dari BPJS itu lebih ringan dibanding di Amerika. Saya banding-bandingin ini dia nggak bisa jalan, dan kita bisa berjalan dengan baik karena dukungan-dukungan yang tadi saya sampaikan,” kata Presiden Jokowi.

Leave a reply

Iconomics