Diikuti Pelajar dan Mahasiswa, OJK Kembali Gelar Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2024

0
139

Otoritas Jasa Keuangan [OJK] kembali menggelar Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO), setelah dimulai pada 2023. Acara yang melibatkan pelajar Sekolah Menengah Atas dan sederajat serta mahasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah khususnya untuk segmen pelajar dan mahasiswa.

Mengusung tema “Sharia Smart Generation for Brighter Future”, ISFO 2024 dibuka secara resmi oleh Friderica Widyasari Dewi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Senin (24/6).

Aman Santosa, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK dalam laporanya menyampikan ISFO 2024 ini memiliki dua rangkaian kegiatan perlombaan. 

Pertama, kompetisi cerdas cermat keuangan syariah. Sama seperti ISFO 2023, kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pelajar dan mahasiswa mengenai keuangan syariah. 

Para peserta akan mengasah kemampuan dan pengetahuannya dengan bertanding antara tim untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar keuangan syariah, waspada investasi dan perencanaan keuangan.

Pelaksanaan kompetisi cerdas cermat dibagi dalam dua kategori yaitu kategori pelajar dan kategori mahasiswa yang dilakukan mulai dari level regional di 35 kantor OJK di daerah. Kemudian, di level nasional dilaksanakan secara terpusat.

Baca Juga :   OJK Terbitkan POJK Baru Soal Perlakuan Khusus Dampak Bencana

Pada tahap awal yang dilakukan oleh setiap kantor OJK wilayah, seluruh peserta yang mendaftar akan disaring menjadi 10 tim terbaik pada babak penyisihan regional. Kemudian, akan dilakukan kompetisi kembali yaitu untuk babak final regional untuk mendapatkan dua tim terbaik yang akan menjadi regional champion di setiap wilayah. 

Selanjutnya regional champion dari seluruh wilayah yang berjumlah 70 tim untuk masing-masing kategori akan berkompetisi pada babak final nasional untuk menghasilkan tiga tim yang bertanding secara langsung di babak grand final saat puncak acara ISFO.

Kedua, akan ada kompetisi wirausaha muda syariah yang merupakan kompetisi baru yang ditambahkan pada ISFO tahun ini.

Aman mengatakan, kompetisi wirausaha syariah khusus untuk mahasiwa, bertujuan untuk meningkatkan aspek inklusi keuangan syariah dan mengembangkan jiwa wirausaha para mahasiwa. 

“Kompetisi ini akan mengumpulkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan potensi akses keuangan syarian untuk mengembangkan bisnis usaha yang telah dijalankan oleh mahasiswa,” ujar Aman.

Pada kompetisi wirausaha syariah ini, OJK berkolaborasi dengan pelaku usaha jasa keuangan syariah yang akan menyeleksi proposal yang dikumpulkan dan memilih 10 peserta terbaik untuk melakukan presentasi.

Baca Juga :   OJK Berikan Izin Perubahan Nama Menjadi PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk

Selanjutnya para juri akan menentukan tiga tim terpilih yang lolos ke babak grand final pada puncak acara ISFO untuk melakukan pitching ide bisnisnya secara langsung.

“Para pemenang akan mendapatkan dukungan permodalan yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnisnya sesuai dengan visi dan misi yang dimiliki dan dipresentasikan pada kompetisi,” ujar Aman.

Friderica Widyasari Dewi  mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia menunjukkan tren perkembangan yang makin baik.

Menyitir data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kiki – sapaannya – mengatakan kontribusi ekonomi dan keuangan syariah pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kini mencapai 46%.

“Ini menunjukkan peran nyata keuangan syariah sebagai salah satu penopang perekonomian Indonesia,” ujar Kiki.

Data OJK per Desember 2023, sambung Kiki, total aset industri keuangan syariah mencapai Rp2.500 triliun yang terdiri dari sektor perbankan syariah sebesar Rp892 triliun, KNB Syariah sebesar Rp156 triliun dan sektor pasar modal syariah sebesar Rp1.500 triliun.

Eksitensi keuangan syariah di kancah global juga terus diakui tercermin dari beberapa peningkatan indeks global antara lain keuangan syariah Indonesia menempati posisi ketiga berdasarkan Islamic Finance Development Indicator (IFDI) dan Cambridge Global Islamic Finance Report  serta posisi ke-7 untuk aspek islamic finance pada  Global Islamic Economy Indicator.

Baca Juga :   Menkeu Mendorong Pengembangan Ekosistem Pembiayaan Perumahan

Kiki mengatakan, pengakuan lembaga-lembaga internasional ini menunjukkan, ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, “kompetitif dengan negara lain seperti Malaysia dan Saudi Arabia.”

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics