Dirut PLN Minta Maaf soal Blackout di Sumatra, 8,3 Juta Listrik Pelanggan Sudah Hidup
Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Darmawan Prasodjo/Foto: Youtube
PT PLN (Persero) telah menghidupkan 8,3 juta listrik pelanggan, dari 13,1 juta yang mengalami gangguan mati listrik di wilayah Sumatra (Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, Aceh). PLN terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan tersebut agar masyarakat bisa beraktivitas secara normal kembali.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya menemukan indikasi awal gangguan karena cuaca buruk yang berdampak pada sebagian sistem kelistrikan di Sumatra. Gangguan ini berawal pada jaringan transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi 275 kilovolt (kV) di Muara Bungo-Sungai Rumbai, Jambi pada 22 Mei 2026.
“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” kata Darmawan dalam keterangan resminya di Jakarta pada Sabtu (23/5).
Usai memulihkan jaringan transmisi, lanjut Darmawan, PLN fokus untuk mengoperasikan pembangkit listrik yang terdampak, dan diselaraskan dengan transmisi yang telah disiapkan. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu memasok sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery awal.
“Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh,” ujar Darmawan.
Pemulihan gangguan, kata Darmawan, dilakukan mulai dari transmisi, gardu induk, hingga pembangkit di sistem kelistrikan. PLN menurunkan ratusan personel yang bekerja 24 jam di wilayah terdampak.
Dalam waktu yang sama, kata Darmawan, PLN pun telah menyalurkan pasokan listrik sebesar 3.192 megawatt (MW) dari total 5.334 MW yang terdampak pada Sabtu (23/5) ini pukul 10.00 WIB. Selain itu, sebanyak 157 gardu induk dari 176 gardu yang terdampak juga telah beroperasi.
Masih kata Darmawan, PLN terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat terkait, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya untuk mempercepat pemulihan sistem agar pasokan listrik masyarakat kembali normal.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus siaga agar sistem kelistrikan bisa segera pulih dan masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan secepat mungkin,” ujar Darmawan.