Dua Pekerja Freeport Ditemukan Tewas Akibat Longsor di Tambang Grasberg
Tim PT Freeport Indonesia berupaya menyelamatkan pekerja yang masih terjebak di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Tembagapura. Foto: Antara
Dua pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) ditemukan tewas akibat insiden longsoran lumpur di tambang Grasberg Block Cave (GBC), Papua, pada 8 September 2025. Lima pekerja lainnya masih dinyatakan hilang.
Freeport-McMoRan Inc. (NYSE: FCX), induk PTFI, dalam keterangan resminya pada Sabtu (20/9) menyatakan duka cita mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Kami berduka atas rekan kerja yang tewas dalam insiden tragis ini dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan orang tercinta maupun yang masih menunggu kabar,” ujar Chairman Freeport Richard C. Adkerson bersama Presiden dan CEO Kathleen Quirk, dikutip dari keterangan perusahaan.
Insiden itu terjadi setelah sekitar 800 ribu ton material basah tiba-tiba masuk ke dalam tambang dan menyapu sejumlah level, termasuk area layanan tempat para pekerja sedang melakukan kegiatan pengembangan. Sejak saat itu, operasi penambangan di seluruh distrik mineral Grasberg dihentikan sementara.
Hingga kini, upaya pencarian terhadap lima pekerja yang hilang masih berlangsung. Tim darurat bekerja tanpa henti membersihkan lumpur dan puing untuk mencapai area yang diduga menjadi lokasi para korban terakhir bekerja.
Freeport juga memulai investigasi dengan melibatkan pakar eksternal untuk mengetahui penyebab longsoran yang disebut belum pernah terjadi dalam sejarah operasi block cave perusahaan. Hasil penyelidikan ditargetkan rampung akhir 2025.
Selain memakan korban jiwa, insiden ini diperkirakan berdampak besar pada produksi Freeport. Perusahaan memperkirakan produksi tembaga dan emas 2026 bisa turun hingga 35% dari target semula, sebelum pulih ke level normal pada 2027.