Durian Runtuh Kenaikan Harga Komoditas Berakhir, Ekspor Indonesia Juli 2023 Menurun 18,03 Persen YoY

0
211

Meski nilai ekspor secara bulan pada Juli lalu mengalami kenaikan, tetapi dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY)  mengalami penurunan cukup dalam. Tren yang sama juga terjadi pada sisi impor, secara bulanan mengalami kenaikan, tetapi secara tahunan mengalami penurunan.

Amalia Adininggar Widyasanti, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan kenaikan ekspor secara bulanan pada Juli 2023 terjadi sejalan dengan masih kuatnya permintaan terhadap komoditas ekspor unggulan Indonesia seperti batubara dan biji besi.

Namun demikian, nilai ekspor mengalami penurunan cukup tajam jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2022.

“Era windfall [kenaikan harga komoditas] ini ternyata telah berlalu. Kalau kita lihat dalam data, harga komoditas ekspor unggulan seperti batubara mengalami tren penurunan sepanjang tahun 2023 bila dibandingkan tahun lalu,” jelas jelas Amalia kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/8).

Amalia mengungkapkan harga bahan bakar mineral (HS27) dimana di dalamnya termasuk batubara turun 6,93% YoY.  Harga biji logam (HS26) juga mengalami penurunan 16,46% YoY.

Baca Juga :   Tetap Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,03% YoY pada Triwulan I/2023

BPS mencatat, nilai ekspor Indonesia Juli 2023 mencapai US$20,88 miliar atau naik 1,36 persen dibanding ekspor Juni 2023. Dibanding Juli 2022, nilai ekspor turun sebesar 18,03 persen.

Ekspor nonmigas Juli 2023 mencapai US$19,65 miliar, naik 1,62 persen dibanding Juni 2023 dan turun 18,74 persen jika dibanding ekspor nonmigas Juli 2022.

Nilai impor juga mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya terutama didorong oleh kenaikan impor bahan baku penolong dan juga barang konsumsi. Namun demikian jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, nilai impor mengalami penurunan.

Nilai impor Indonesia Juli 2023 mencapai US$19,57 miliar, naik 14,10 persen dibandingkan Juni 2023 atau turun 8,32 persen dibandingkan Juli 2022.

Impor nonmigas Juli 2023 senilai US$16,44 miliar, naik 10,10 persen dibandingkan Juni 2023 atau turun 2,69 persen dibandingkan Juli 2022.

Dengan kondisi ekspor dan impor tersebut, neraca perdagangan Indonesia Juli 2023 mengalami surplus US$1,31 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$3,22 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,91 miliar

Baca Juga :   Capai US$16,7 Miliar, Impor Bahan Baku/Penolong Naik 2,9% Secara Bulanan pada Juli 2022

“Surplus tersebut memperpanjang catatan surplus selama 39 bulan berturut-turut. Namun demikian surplus neraca perdagangan pada Juli tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu,” ujar Amalia.

Leave a reply

Iconomics