Ekuitas Negatif, Kartika Wirjoatmodjo: Garuda Indonesia ‘Technically Bankrupt’

0
1934

Dihantam dari Dua Sisi

Pada rapat kerja ini, Kartika menjelaskan latar bekakang masalah yang membelit Garuda Indonesia saat ini yaitu tata kelola yang buruk di masa lalu terutama terkait kontrak penyewaan pesawat dan dampak pandemi Covid-19 sehingga basis pendapatan Garuda Indonesia berkurang drastis.

Terkait tata kelola, Kartika mengatakan kontrak-kontrak penyewaan pesawat dengan lessor di masa lalu terlalu tinggi sehingga Garuda Indoensia tidak kompetitif. Kontrak penyewaan pesawat ini terjadi pada 2012 hingga 2014.

“Tentunya kita mengetahui ada kasus korupsi yang juga sudah diputuskan oleh KPK dimana memang itu nilai mark up pesawat dan sebagainya, itu memang menjadi isu utama di masa lalu dan ini juga menyebabkan kontrak-kontrak dengan lessor Garuda ini cukup tinggi dibandingkan dengan airline-airline lain,” ujar Kartika.

Kartika mengatakan menurut data Bloomberg, nilai penyewaan pesawat Garuda Indonesia empat kali lebih mahal dibandingkan rata-rata global.

Lebih lanjut, Kartika mengatakan sebenarnya tahun 2019 sebelum pandemi, rute domestik Garuda Indonesia sudah untung di atas US$240 juta. Namun, karena pandemi pendapatan Garuda Indonesia menurun drastis dari sekitar US$235 juta hingga US$250 juta per bulan, turun drastis ke bawan US$100 juta bahkan pernah mencapai US$27 juta per bulan pada 2020. Saat ini, ungkap Kartika, pendapatan bulanan Garuda Indonesia masih berada di level US$70 juta.

Baca Juga :   Garuda Pecat Pilot yang Menyalahgunakan Narkoba

“Saya sering ditanya Garuda ini kinerjanya turun karena apa? Apakah karena korupsi, apa karena covid? Ya, dua-duanya, bukan salah satu, memang dua-duanya karena terdampak secara signifikan di dua-dunya. Dua-duanya menjadi penyebab secara bersasama-sama membuat kondisi Garuda saat ini tidak baik,” ujarnya.

Namun, Kartika mengatakan pemerintah terus berupaya untuk menyelamatkan Garuda Indoensia. “Kami tidak putus asa. Kami mencoba mencari rumusan untuk bagaimana bisa keluar dari permasalahan ini dan memang yang paling utama adalah transformasi bisnis. Kita memahami Garuda di masa lalu banyak inefisiensi, baik dari sisi rute, dari sisi operasional dan sebagainya,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Halaman Berikutnya
1 2

Leave a reply

Iconomics