Harga Emas Tertekan Perubahan Jadwal Tarif Impor AS, Investor Pantau Fed Rate

0
61

Kabar penundaan penerapan tarif impor timbal balik oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdampak pada harga emas (XAU/USD) menjelang pembukaan pasar pada Selasa (08/07/2025) pagi. Kebijakan Trump yang awalnya dijadwalkan berlaku pada 9 Juli, berubah diterapkan pada 1 Agustus.

Penundaan ini sementara meredam minat beli logam mulia, sekaligus meningkatkan daya tarik Dolar AS di tengah likuiditas yang menyusut sebelum libur perayaan Hari Kemerdekaan.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha melihat dari sisi teknikal, bahwa meski harga sempat terkoreksi, sinyal bullish perlahan mulai muncul kembali. Pola candlestick terbaru memperlihatkan rangkaian higher low dan higher high, sementara Moving Average (MA) jangka pendek menunjukkan kecenderungan menanjak melewati garis MA jangka menengah. Menurut Andy, pergerakan ini menandakan bahwa tekanan beli sedang membangun landasan, kendati sentimen pasar tetap dikendalikan oleh ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter global.

Proyeksi pergerakan harian menunjukkan bahwa apabila tekanan bearish berlanjut, XAU/USD bisa terdorong menuju level support di sekitar US$3.276 per troy ounce. Namun, andai harga gagal menembus batas bawah tersebut dan justru memantul, prospek rebound menuju US$3.343 terbuka lebar.

Baca Juga :   Ada Ancaman Resesi, Kinerja Hartadinata Abadi Makin Berkilau

Kebijakan perdagangan AS kembali menjadi sorotan pasar setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang menunda bea tambahan pada impor, memberi jeda bagi mitra dagang seperti Jepang, yang akan dikenakan tarif 25%, dan Korea Selatan sebesar 30%. Penundaan ini, meski tidak secara resmi disebut jeda 90 hari, memberikan kesempatan bagi negara-negara terkait untuk merundingkan ulang syarat dagang dan mengurangi risiko sengketa yang lebih luas.

Kondisi risk-on mulai terasa di aset-aset berisiko, menekan permintaan terhadap safe-haven seperti emas. Indeks Dolar AS (DXY) sempat terkoreksi dari puncak mingguan 97,66 ke kisaran 97,35, namun kembali menguat saat pelaku pasar memproses data ekonomi terbaru dan pernyataan dari pejabat Federal Reserve. Penguatan Dolar ini semakin menahan laju kenaikan emas, karena emas yang dihargai dalam Greenback menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Investor kini membidik publikasi risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) periode Juni yang akan keluar Rabu (09/07/2025). Dokumen tersebut diyakini akan mengungkapkan argumen para pembuat kebijakan dalam memutuskan untuk mempertahankan suku bunga antara 4,25%–4,50%, atau membuka pintu bagi pelonggaran lebih lanjut. Selain itu, data Produksi Industri Jerman per Mei yang tumbuh 1,2% juga menambah optimisme pemulihan ekonomi Eropa, sekaligus menambah tekanan pada logam mulia dalam persaingan dengan aset-aset berimbal hasil.

Baca Juga :   Silau! Harga Emas Batangan Melampaui Rp3 Juta per Gram

Dengan memadukan gambaran teknikal yang menunjukkan potensi pembalikan harga, situasi perdagangan internasional yang dinamis, serta kebijakan moneter yang masih menunggu sinyal kuat, prediksi harga emas pada hari ini bergerak di rentang US$3.276 hingga US$ 3.343.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics