Investor Korea Selatan Dikabarkan Kepincut Investasi pada Proyek Smelter Vale Indonesia di Sorowako
Ilustrasi aktivitas pertambangan PT Vale/Dok. Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tak membantah rencana masuknya investor asal Korea Selatan ke proyek smelter nikel High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang tengah dikembangkan perseroan di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
“Dapat kami sampaikan bahwa PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) memiliki sejumlah proyek yang memerlukan mitra strategis, dimana kami terbuka untuk menjalin kerja sama dengan para investor dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan. Saat ini Perseroan tengah meninjau beberapa opsi strategis, serta dalam tahapan diskusi, sehingga belum ada kesepakatan maupun perjanjian yang ditandatangani,” jelas Wiwik Wahyuni, Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia dalam keterangan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip, Senin (28/7).
Ia menjelaskan saat ini proyek tambang Sorowako limonite masih dalam tahapan konstruksi, dan diperkirakan akan dapat diselesaikan di awal tahun 2027.
Demikain juga proyek pembangunan Smelter HPAL Sorowako limonite juga sedang dalam tahapan awal konstruksi dengan perkiraan selesai di akhir tahun 2027.
“Penyelesaian keduanya akan tergantung pada berbagai faktor seperti kondisi lapangan, perizinan, koordinasi dengan mitra, serta pendanaan,” jelas Wiwik.
Vale Indonesia dan mitranya saat ini, yaitu Huayou Cobalt, jelas Wiwik, memerlukan investasi senilai US$1,9 miliar untuk pembangunan smelter HPAL Sorowako limonite yang berlokasi di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan itu.
“Proyek-proyek pengembangan yang sedang Perseroan kerjakan tentunya akan memerlukan pendanaan yang akan didapatkan baik secara internal maupun dari eksternal. Setelah beroperasi, Perseroan menargetkan adanya imbal balik yang dapat berkontribusi positif pada pendapatan, laba bersih serta arus kas Perseroan,” ujarnya.