IPOC 2025, Industri Sawit Hadapi Kompleksitas Global dengan Optimisme

0
67

Konferensi Minyak Sawit Indonesia (Indonesian Palm Oil Conference / IPOC) ke-21 digelar di BICC Westin Resort, Nusa Dua, Bali, 13-14 November. Acara tahunan yang menjadi barometer utama industri kelapa sawit dunia ini mengusung tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy and Global Trade.”

Ketua Panitia Penyelenggara IPOC 2025, Mona Surya, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan kebanggaan atas keberlanjutan konferensi yang telah memasuki dua dekade. 

“Selama dua puluh tahun, IPOC telah menjadi ajang tahunan yang kita rindukan—tempat kita ‘pulang kampung’ bersama keluarga besar industri sawit. Dari awal yang sederhana, konferensi ini tumbuh menjadi perhelatan yang dinanti dunia, titik temu utama bagi pelaku industri sawit global. Sebuah perjalanan yang patut kita banggakan bersama,” ujar Mona.

Konferensi tahun ini dihadiri 1.545 peserta dari 28 negara, dengan 113 stan pameran menampilkan berbagai inovasi sektor sawit. Sebanyak 38 perusahaan terkemuka turut menjadi sponsor, menunjukkan tingginya minat terhadap masa depan industri sawit Indonesia.

“Capaian ini mencerminkan vitalitas industri kita—dan untuk itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Baca Juga :   Keberatan Soal EUDR, Indonesia dan Malaysia akan Temui Komisioner dan Parlemen Uni Eropa

Hadir dalam pembukaan antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Dr. Rachmat Pambudy, yang mewakili pemerintah dalam memberikan dukungan strategis terhadap industri sawit nasional. 

Mona menegaskan bahwa industri sawit tengah berada di persimpangan penting, menghadapi tantangan regulasi global seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR), gejolak harga, serta stagnasi di beberapa wilayah produsen utama. Namun, ia menekankan bahwa di balik tantangan tersebut terdapat peluang besar untuk memperkuat tata kelola dan memperluas pasar.

“Dalam lanskap ini, kebijakan nasional dan regulasi global bukan sekadar latar belakang, tetapi kekuatan aktif yang membentuk operasional industri kita,” ujarnya.

IPOC tahun ini dirancang untuk mengulas kebijakan domestik Indonesia, strategi ketahanan industri, pemahaman atas implikasi EUDR, pandangan pasar dari kawasan strategis, hingga proyeksi harga minyak sawit ke depan.

“Kami menghadirkan jajaran pembicara kelas dunia, para pemimpin di bidangnya, untuk berbagi wawasan berharga,” ujarnya.

Selain sesi diskusi dan paparan, rangkaian kegiatan IPOC juga mencakup ajang jejaring seperti turnamen golf, welcome cocktail, dan Networking Night yang akan digelar malam ini. “Di sinilah hubungan baru terjalin, kerja sama dirintis, dan peluang bisnis tercipta,” kata Mona.

Leave a reply

Iconomics