Isu Sawit Jadi Kunci Kemitraan Dagang Asean-Uni Eropa

0
1050

Kemitraan strategis yang ingin dicapai Uni Eropa dengan Asean masih belum bisa terwujud karena terganjal isu industri kelapa sawit. Padahal Asean saat ini dinilai menjadi kawasan yang penting dari aspek geopolitik dan geostrategi.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Asean merupakan salah satu kawasan yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat di dunia. Terkait dengan kerja sama dengan Uni Eropa itu, negara-negara di Asean sepakat tidak ingin melanjutkan kerja sama sampai persoalan sawit dapat diselesaikan.

“Jadi, Asean mau lihat langkah dan goodwill dari Uni Eropa untuk menyelesaikan masalah sawit itu,” kata Mahendra dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (31/3).

Mahendra mengatakan, produsen sawit terbesar di Asean memang Indonesia dan Malaysia. Akan tetapi, Thailand, Filipina, Kamboja dan Vietnam juga negara produsen walau produksinya lebih kecil. Persoalan dengan Uni Eropa itu tidak sekadar masalah sawit semata, melainkan produk minyak kelapa yang juga minyak nabati dan mendapat tentangan dari Uni Eropa.

Karena itu, kata Mahendra, negara-negara yang memproduksi minyak kelapa menjadi penting bagi Indonesia yang merupakan negara produsen kelapa dan minyak sawit. Belakangan produk minyak kelapa dan sawit kian mendapat hambatan di luar negeri.

Baca Juga :   Upaya Menperin Buka Peluang Investasi Sektor Otomotif Dapat Dukungan dari Anggota DPR

“Dalam konteks itu jelas bahwa kepentingan bersama Asean adalah untuk mempromosikan dan menjaga produksi dalam negeri. Apalagi sektor pertanian dan minyak nabati bagi ekonomi negara-negara Asean terutama di pedesaan sangat penting,” kata Mahendra.

Soal menjaga lingkungan, kata Mahendra, Indonesia dan negara-negara Asean berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca. Khusus Indonesia menargetkan pengurangan emisi gas karbondioksida mencapai 29% pada 2030.

“Kita sudah melakukan langkah-langkah itu selama ini. Semisal, berupaya memenuhi standar sertifikasi yang ditentukan Uni Eropa,” kata Mahendra.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics