Jaga Momentum Pertumbuhan, Dharma Polimetal Tbk Siapkan Akuisisi Perusahaan Malaysia
Ilustrasi Dharma Polimetal Tbk
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten manufaktur komponen otomotif, tengah menyiapkan langkah strategis melalui rencana akuisisi perusahaan asal Malaysia.
Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, mengungkapkan bahwa DRMA kini berada pada tahap awal penyelesaian dokumen dan proses hukum untuk mengakuisisi PT Mah Sing Indonesia (MSI), perusahaan manufaktur plastik yang merupakan anak usaha Mah Sing Group Berhad, konglomerasi asal Malaysia dengan portofolio bisnis di sektor properti, plastik, dan manufaktur.
Jika terealisasi, langkah anorganik ini akan memperkuat posisi DRMA di segmen komponen plastik kendaraan roda empat (4W), sekaligus memperluas ekosistem bisnis yang sudah berkembang pesat di sektor otomotif.
“Akuisisi ini juga sejalan dengan strategi inovasi perusahaan dalam meningkatkan diversifikasi dan ekspansi bisnis,” kata Irianto, Jumat (21/11).
Pada periode Januari–September tahun ini, penjualan DRMA tercatat tumbuh 9,20% secara tahunan (YoY) menjadi Rp4,39 triliun, sementara laba bersih meningkat 1,69% YoY menjadi Rp428,11 miliar.
Emiten manufaktur komponen otomotif tersebut optimistis dapat meraih target penjualan sebesar Rp6 triliun hingga akhir tahun.
Segmen roda dua (2W), yang mencatatkan penjualan sebesar Rp2,72 triliun, merupakan kontributor utama pendapatan perseroan. Segmen 2W ini menyumbang 62% dari total penjualan konsolidasi DRMA, didukung oleh inovasi-inovasi yang dilakukan perseroan untuk meningkatkan pangsa pasar yang turut mendorong pertumbuhan kinerja secara keseluruhan.
Pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi pertumbuhan bisnis berkelanjutan yang dipilih perseroan, yang terus mengedepankan inovasi sebagai salah satu nilai utama DRMA.
Dalam hal strategi inovasi, sepanjang 2025 perseroan akan terus menjalankan pertumbuhan organik secara konsisten dengan melakukan diversifikasi usaha dan produk serta efisiensi proses produksi.
Dalam rangka diversifikasi tersebut, DRMA terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui unit Dharma Connect (DC) dan meluncurkan produk baru seperti aki lithium 12V 6Ah, 12V 3,5Ah, serta Battery Energy Storage System (BESS).
Sementara untuk efisiensi manufaktur, DRMA telah menerapkan otomatisasi pada fasilitas produksi. Selain meningkatkan efisiensi, otomatisasi ini juga meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan rantai pasok sehingga stabilitas usaha dapat terjaga.
Implementasi strategi tersebut menjadikan kinerja DRMA tumbuh positif tahun ini. Ke depan, perseroan berencana mengombinasikan strategi pertumbuhan organik dan anorganik untuk memperkuat kinerja jangka panjang.