Jokowi: Penggunaan Produk Dalam Negeri Ditiru AS, Hipmi Perlu Manfaatkan Peluang
Tangkapan layar, Presiden Joko Widodo dalam sambutan di pelantikan Badan Pengurus Pusat Hipmi periode 2022-2025 di Jakarta, Senin (20/2)/Iconomics
Kampanye pemerintah soal penggunaan produk dalam negeri dalam setahun terakhir dinilai bisa menjadi kesempatan dan peluang usaha bagi anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Apalagi nilai belanja negara baik dari APBN, APBD maupun BUMN untuk produk dalam negeri mencapai Rp 762 triliun pada 2022.
“Sangat besar sekali. Ini menjadi kesempatan, menjadi peluang, menjadi opportunity bagi saudara-saudara yang memiliki produk-produk dan kualitas yang baik,” kata Presiden Joko Widodo dalam sambutan di pelantikan Badan Pengurus Pusat Hipmi periode 2022-2025 di Jakarta, Senin (20/2).
Jokowi mengatakan, negara besar seperti Amerika Serikat (AS) saja mengikuti langkah Indonesia dalam memanfaatkan produk lokal. Karena itu, Indonesia disebut berada pada fase negara trendsetter saat ini, dan tidak lagi sebagai negara follower.
Selanjutnya, kata Jokowi, sebaran investasi yang ada di Indonesia telah merata dan tidak bertumpu pada satu pulau saja. Dalam data yang ada tingkat investasi di luar Pulau Jawa sudah mencapai 53%. Padahal sebelumnya, sebesar 70% investasi menumpuk di Pulau Jawa.
“Artinya, jadi pengusaha besar tidak harus di Jakarta, karena investasi di luar Pulau Jawa sudah lebih besar, buat kantornya juga seharusnya di luar Jawa, semuanya jangan ngumpul di Jawa. Karena PDB ekonomi di Jawa sudah terlalu besar. 58% total PDB nasional, sehingga pemerataan itu akan terjadi,” ujar Jokowi.
Masih kata Jokowi, pihaknya mengucapkan selamat kepada para pengurus Hipmi yang baru saja dilantik. Para pengusaha muda tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan perekonomian nasional.
“Selamat bertugas kepada seluruh pengurus yang tadi dilantik dan Hipmi harus menjadi daya ungkit bagi pengusaha muda Indonesia, agar mampu merebut peluang yang ada dan bisa menjadi penggerak ekonomi bangsa,” tutur Jokowi.