Kemendag Akan Tindak Tegas Produsen dan Penjual Minyak Goreng yang Tak Sesuai HET

0
698
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan akan menindak tegas produsen dan penjual yang tidak mematuhi harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng. Pasalnya, Kemendag masih menemukan harga minyak goreng yang tidak sesuai HET.

“Saya ingatkan kepada bapak dan ibu semua penjual dan pelaksana daripada tata niaga minyak goreng ini, bahwa minyak yang beredar hari ini adalah minyak domestic market obligation (DMO), minyak pemerintah yang harus dijual sesuai dengan ketentuan pemerintah,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat mengunjungi ketersediaan dan stok minyak goreng curah di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (9/3).

Lutfi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polri untuk menindak setiap pelanggaran dalam pelaksanaan kebijakan harga minyak goreng tersebut. Apabila ditemukan pelanggaran yang cukup serius, maka pemerintah tidak segan-segan untuk memproses tindakan tersebut secara hukum.

“Yang melawan itu akan saya bawa, dan akan saya prosecute di hadapan hukum secara tegas. Ini akan berjalan mulai hari ini. Saya habis ini akan berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk memastikan ini dijalankan semuanya,” ujar Lutfi.

Baca Juga :   BKPM Berbicara soal UMKM dan Target EoDB

Sebelumnya, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, ketersedian minyak goreng yang ada di Indonesia sudah mencukupi dan tersedia. Akan tetapi, masalahnya harga yang dijual terhadap masyarakat tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Kata Oke, harga yang ada saat ini sudah mulai berangsur-angsur membaik dari yang sebelumnya berada di kisaran Rp 18 ribu per liter, kini sudah berada di angka Rp 16 ribu per liter. Dengan adanya indikator perubahan harga tersebut, Oke optimistis ketika memasuki periode Ramadhan dan Lebaran, maka bisa dipastikan masyarakat akan menikmati harga minyak goreng sesuai dengan HET.

“Indikatornya sudah mulai membaik. Saya pastikan di puasa dan Lebaran, bahwa harga eceran tertinggi akan semakin mudah diakses oleh masyarakat,” kata Oke.

 

Leave a reply

Iconomics