Mei Kembali Terjadi Surplus Neraca Perdagangan, Jumlahnya Kian Besar

0
344

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami surplus pada Mei 2021 lalu, nilainya lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya pada tahun ini. Surplus neraca dagang sudah terjadi selama 13 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 lalu.

Kepala BPS, Suhariyanto menyampaikan nilai ekspor pada Mei 2021 lalu sebesar US$16,6 miliar. Sedangkan, nilai impor pada periode yang sama sebesar 14,23 miliar. Dengan demikian, pada bulan Mei ini neraca perdagangan Indonesia kembali surplus sebesar US$2,36 miliar.

“Nilai surplus ini lebih tinggi dari bulan April yang lalu dan kalau kita lihat pergerakan neraca perdagagan mulai dari Januari hingga Mei 2021, berarti surplus perdagangan Indoenesia pada Mei 2021 ini merupakan yang tertinggi selama tahun 2021,” ujar Suhariyanto saat konferensi pers, Selasa (15/6).

Suhariyanto mengatakan surplus pada Mei 2021 ini merupakan surplus yang ke-13 sejak Mei 2020 lalu. “Tentunya kita berharap bahwa ke depan, neraca peradagangan kita akan terus mengalami surplus dengan tren yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Baca Juga :   100 Hari Jokowi tanpa Akselerasi dan Industri Manufaktur yang Menurun

BPS mencatat pada periode Mei 2021, ekspor Indonesia mengalami kenaikan sebesar 58,76% secara tahunan (YoY). Sedangkan, impor naik sebesar 68,68% YoY.

“Performa ekspor dan impor Indonesia selama Januari sampai dengan Mei 2021 betul-betul menjanjikan, tetapi tentunya kita harus tetap waspada, masih ada risiko besar yang membayang-bayangi perekonomian Indonesia dan juga negara lain yaitu mengenai pandemi,” ujar Suhariyanto.

Selama Mei 2021, Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan Amerika Serikat (+US$1,08 miliar), Filipina (+US$539,2 juta) dan Malaysia (+US$442,2 juta). Sebaliknya, defisit perdagangan masih terjadi dengan Tiongkok (-US$512,5 juta), Australia (-US$332,6 juta) dan Korea Selatan (-US$185,8 juta).

Tak hanya secara bulanan, secara kumulatif pada periode Januari-Mei 2021, neraca perdagangan Indonesia juga tercatat surplus sebesar US$10,17 miliar. Nilai surplus ini lebih tinggi dibandingkan surplus pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$4,18 miliar.

Ada pun total nilai ekspor pada Januari-Mei adalah sebesar US$83,99 miliar, naik 30,58% YoY. Sedangkan nilai impor pada periode yang sama adalah US$73,82 miliar, naik 22,74% YoY.

Baca Juga :   Neraca Perdagangan Januari 2026 Surplus USD 0,95 Miliar, Ditopang Ekspor Nonmigas

 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics