Menaker Sebut Indonesia Jajaki Peluang Kerja Sama Ketenagakerjaan dengan Kuwait
Dubes RI untuk Kuwait Lena Maryana (kiri) dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (kanan)/Biro Humas Kemenaker
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Kuwait Lena Maryana dan membahas perluasan kesempatan kerja di negara kaya minyak itu. Apalagi ada banyak peluang yang bisa dijajaki bersama Kuwait di berbagai sektor.
“Tentu ini kesempatan bagi kita untuk dapat mengisi kebutuhan di sektor-sektor tersebut,” kata Ida dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Ida mengatakan,, pemerintah berupaya menempatkan tenaga kesehatan asal Indonesia di Kuwait. Rencananya penempatan tenaga kesehatan itu akan dilakukan melalui skema government to government. Skema penempatan tersebut masih dalam tahap pembahasan di tingkat kementerian/lembaga.
“Setelah skema penempatan selesai, diharapkan pemerintah Kuwait dapat mempelajari dan mencermati, sehingga pada saat perundingan akan berjalan dengan baik dan dapat selesai secepatnya,” tutur Ida.
Ida menambahkan, di samping sektor kesehatan, Kuwait juga membuka peluang kerja sama lainnya di sektor swasta seperti perminyakan, industri manufaktur, hospitality, receptionist, housekeeping, dan sektor transportasi. Kemudian, pemerintah Kuwait sudah pula menyampaikan keinginannya untuk bekerja sama melalui penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik dengan skema sistem penempatan satu kanal (SPSK).
Namun, sebagai catatan, kata Ida, hal itu baru akan dilakukan setelah pilot project SPSK Indonesia dengan Arab Saudi dinyatakan berhasil. “Dengan begitu PMI lebih memiliki kepastian dalam hal perlindungan. Karena apapun mekanismenya, perlindungan harus diutamakan,” ujar Ida.