Menhub Sebut Pergerakan Arus Balik di Bandara Soetta Meningkat Mendekati 2019

0
17
Reporter: Rommy Yudhistira

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengecek pergerakan penumpang dan pesawat pada masa arus balik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (12/4). Apalagi Kemenhub mencatat jumlah penumpang pada momen libur dan cuti bersama Idulfitri 1445 Hijriah meningkat.

Untuk 6 April lalu, misalnya, kata Budi, pihaknya mencatat sebanyak 1.236 penerbangan dengan jumlah penumpang sebesar 187.750 penumpang. Angka tersebut mencapai titik tertinggi selama periode libur dan cuti bersama Lebaran 2024.

Sedangkan pasca-Lebaran, kata Budi, pihaknya mencatat titik tertinggi arus balik terjadi pada 11 April 2024, sebanyak 843 penerbangan dengan 121.325 penumpang.

“Di sini pergerakan sudah mencapai 1.236 mendekati tahun 2019 sebesar 1.280. Kejutannya adalah jumlah penumpangnya lebih besar. Kalau di Jakarta lebih besar 101% dibandingkan 2019, sedangkan di Bali 104%. Ini tidak mungkin terjadi jika kita tidak berkolaborasi,” kata Budi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Budi menuturkan, pihaknya memperkirakan, puncak arus balik Lebaran akan terjadi berkisat 14 hingga 15 April 2024. Karena itu, seluruh pihak perlu berkolaborasi menghadapi arus balik tersebut untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Baca Juga :   Angkasa Pura I: 5 Bandara yang Melayani Penerbangan dari Bandara Kertajati

“Saya hanya mengingatkan bahwa biasanya arus balik ini masalahnya di bagasi karena jumlah pergerakan yang akan datang di 15 April nanti pasti melebihi 1.236, saya menduga ini akan sampai 1.250. Jadi semua maskapai harus mempersiapkan diri,” tambah Budi.

Untuk memaksimalkan pergerakan pesawat, kata Budi, pihaknya meminta AirNav Indonesia untuk mengoptimalisasi runway ketiga Bandara Soekarno-Hatta. Runway ketiga dan kedua diminta harus dapat melayani pendaratan pesawat secara bersama-sama.

“Apabila semua instrumen dilaksanakan pergerakan pesawat bisa 110 per jam. Sekarang baru 87 dan menuju ke arah situ. Tapi dengan 87 pergerakan per jam pun sudah bisa mengakomodasi 1.236 sehari, itu luar biasa,” kata Budi lagi.

Untuk menghindari kepadatan arus balik, kata Budi, pihaknya mengimbau pemudik untuk kembali lebih awal. Kemenhub pun telah mempersiapkan beberapa skenario dalam mengantisipasi kepadatan selama arus balik mudik.

“Kalau arus balik itu berbeda dengan mudik yaitu sentripetal atau menuju ke satu titik yakni Jakarta, bukan menyebar seperti mudik. Pemerintah telah menyiapkan skenario untuk mengantisipasinya. Satu lagi untuk arus balik saya minta Kepolisian lakukan penegakan hukum seperti merazia travel gelap,” tutur Budi.

Leave a reply

Iconomics