Menkeu Purbaya Pastikan Data BPS soal Pertumbuhan Ekonomi 5,1% di Kuartal II/2025 Tidak Dimanipulasi

0
74
Reporter: Rommy Yudhistira

Data Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi Kuartal II/2025 yang mencapai 5,12% dipastikan tanpa manipulasi. Pertumbuhan tersebut dinilai karena pertumbuhan uang yang mampu mendorong belanja di kalangan masyarakat.

“Jadi, memang itu yang mendorong belanja konsumen tumbuh kuat 5%, karena memang pada waktu itu digenjot uang hingga dengan April (2025),” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangan resminya soal “APBN Kita” di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (22/9).

Jumlah uang yang dikucurkan sejak April 2025, kata Purbaya, mengalami pelonggaran sejak Mei 2025. Hal itu lantas mempengaruhi perlambatan kinerja ekonomi pada periode tersebut.

“Tapi triwulan ke-2, angkanya memang seperti itu, tidak ada manipulasi BPS. Kalau yang menyangka-nyangka itu ekonomnya tidak seberapa mengerti. Jadi lihat juga suplai uang pada waktu itu seperti apa,” ujar Purbaya.

Sebelumnya, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menemukan adanya pelemahan konsumsi masyarakat di tengah munculnya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12% pada Kuartal II/2025. Apalagi, pertumbuhan ekonomi sejak Kuartal I/2024 secara umum menurun dari 5,11% menjadi 4,87% pada Kuartal I/2025.

Baca Juga :   BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal IV Positif dan 4,8%-5,8% di 2021

Chief Economist Perbanas Dzulfian Syafrian mengatakan, pelemahan ekonomi terjadi lantaran melemahnya konsumsi masyarakat yang berada di bawah level 5%. Sejatinya, konsumsi masyarakat merupakan penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) dengan persentase sebesar 54%.

Sebab itu, kata Dzulfian, sedikit perubahan mampu berdampak signifikan bagi perekonomian nasional. Bila disandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional mulai dari Kuartal I/2024, tingkat konsumsi rumah tangga selalu berada di bawah 5%.

Untuk Kuartal I/2024, kata Dzulfian, sebesar 4,91%, lalu Kuartal II/2024 4,93%, kemudian Kuartal III/2024, 4,91%, Kuartal IV/2024, 4,98%, Kuartal I/2025, 4,95%, dan Kuartal II/2025, 4,97%. Pertumbuhan konsumsinya itu sudah di bawah 5%.

“Ini makanya kenapa pertumbuhan ekonomi kita makin lama di bawah 5%. Makanya kemarin, ketika Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi di Kuartal II/2025 di atas 5%, itu membuat semuanya kaget. Karena ini agak anomali, banyak orang melihat seperti itu,” ujar Dzulfian dalam acara Kelas Jurnalis di Griya Perbanas, Jakarta beberapa waktu lalu.

Leave a reply

Iconomics