LPS Perkirakan Suku Bunga Simpanan Perbankan Bakal Terus Turun

0
90

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan suku bunga pasar simpanan bakal terus menurun ke depan, baik rupiah maupun valas, menyusul penurunan BI-Rate dan Fed Funds Rate.

Kebijakan pemerintah berupa penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di bank milik negara turut memperkuat likuiditas perbankan yang berpotensi menekan suku bunga pinjaman.

Didik Madiyono, Plt Ketua Dewan Komisioner LPS, mengatakan setelah penetapan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) reguler bulan Mei 2025 dan non-reguler Agustus 2025, LPS secara berkala melakukan evaluasi terhadap pergerakan suku bunga simpanan perbankan.

Berdasarkan data pergerakan suku bunga simpanan terkini, jelasnya di Jakarta, Senin (22/9), suku bunga pasar simpanan rupiah konsisten melanjutkan penurunan.

Pada periode observasi September 2025, suku bunga pasar rupiah tercatat turun 8 basis poin ke level 3,37 persen dibandingkan periode observasi Agustus 2025, sehingga akumulasi penurunan sejak bulan Mei 2025 mencapai 19 basis poin.

“Ruang lanjutan penurunan suku bunga pasar cukup terbuka setelah pemangkasan BI-Rate serta adanya tambahan likuiditas dari sisi penempatan dan belanja fiskal. Faktor likuiditas perbankan yang memadai dan strategi pengelolaan dana deposan besar berpotensi mempengaruhi arah lanjutan penurunan suku bunga pasar,” jelasnya.

Baca Juga :    'Kami Tahu Terlambat Sedikit Saja Mereka Sudah Ribut'; Respons Cepat LPS Bayar Klaim Penjaminan Bank Gagal

Pada periode observasi yang sama, lanjut Didik, suku bunga pasar untuk simpanan valas juga menunjukkan lanjutan penurunan meskipun lebih bervariasi. Suku bunga pasar valas di bulan September 2025 terpantau turun 8 basis poin ke level 2,04 persen dibanding periode observasi bulan Agustus 2025, sehingga akumulasi penurunan sejak bulan Mei 2025 mencapai 13 basis poin.

“Adanya pemangkasan suku bunga kebijakan oleh The Fed yang diikuti peningkatan kebutuhan transaksi dan kondisi likuiditas internal bank akan mempengaruhi pergerakan suku bunga pasar valas lebih lanjut,” ujarnya.

Mencermati pergerakan suku bunga pasar yang konsisten melanjutkan penurunan itu, Rapat Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan periode reguler September 2025 memutuskan untuk menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) masing-masing sebesar 25 bps, yaitu:

  • Bank Umum – Simpanan Rupiah: 3,50%
  • Bank Umum – Simpanan Valas: 2,00%
  • BPR – Simpanan Rupiah: 6,00%

Tingkat penjaminan tersebut akan mulai berlaku untuk periode 1 Oktober 2025 sampai dengan 31 Januari 2026.

Tingkat bunga penjaminan ini akan dievaluasi secara berkala dan terbuka untuk disesuaikan sewaktu-waktu dalam hal terdapat perubahan kondisi perekonomian, perbankan, dan pasar keuangan yang signifikan.

Didik mengatakan selain mempertimbangkan pergerakan suku bunga pasar yang konsisten menurun, penurunan TBP juga dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi kebijakan lintas otoritas untuk mendukung kinerja perekonomian.

Pertimbangan lainnya meliputi:

  • Proyeksi likuiditas perbankan yang lebih longgar.
  • Tingkat cakupan penjaminan simpanan yang relatif memadai.
  • Upaya mendorong kinerja intermediasi perbankan dan memberikan ruang pengelolaan suku bunga simpanan.

 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics