Menteri ESDM Sebut SPBU Swasta Sepakat Ambil Stok BBM Bensin dari Pertamina
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membeberkan kondisi energi Indonesia di tengah kondisi geopolitik yang terus berubah, dalam acara "Geoeconomic Fragmentation and Energy Security", Selasa (24/6)
Perusahaan swasta yang menjalankan bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) disebut sepakat untuk mengambil stok bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin ke PT Pertamina (Persero). Seluruh pasokan stok BBM untuk SPBU swasta akan terpenuhi paling lambat 7 hari ke depan.
Proses pemenuhan stok itu, kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dilakukan secara business to business (B2B) antara Pertamina dan pihak swasta.
“Kita ingin, pemerintah ingin, sekalipun Pertamina yang diberikan tugas, tetapi kita juga ingin harusĀ fair. Tidak boleh ada yang dirugikan,” kata Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/9).
Meski demikian, kata Bahlil, pihak swasta itu memilih BBM berbasis base fuel atau belum dicampur. Stok BBM secara keseluruhan masih dalam tahap normal, hanya pihak swasta yang cenderung mengalami kelangkaan ketersediaan.
“Itu cadangan tidak ada masalah, jadi tidak perlu ada keraguan apa-apa,” ujar Bahlil.
Sebelumnya, PT Shell Indonesia menyebut bahwa ada penyesuaian kegiatan operasional di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell selama produk bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin tidak tersedia secara lengkap. Penyesuaian pun dilakukan pada jam operasional, dan tim yang bertugas melayani pelanggan.
President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian mengatakan, SPBU Shell tetap melayani para pelanggan dengan produk BBM yang masih tersedia dan lainnya.
āPembaruan informasi terkait ketersediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell dapat diakses melalui tautan berikut iniĀ www.shell.co.id/Ketersediaan-