Naik 8,99% Hingga Oktober, OJK Masih Optimistis Penyaluran Kredit Tahun Ini Tumbuh Dobel Digit
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pertumbuhan kredit pada tahun 2023 ini mencapai dobel digit. Hingga Oktober 2023, pertumbuhan kredit mencapai 8,99% secara tahunan (year on year/yoy).
“OJK masih tetap optimis bahwa penyaluran kredit dapat tumbuh dobel digit pada akhir tahun ini,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae dalam konferensi pers, Senin (4/12).
Dian mengatakan meski hingga Oktober penyaluran kredit baru mencapai 8,99% yoy, namun secara siklis, pada periode akhir tahun biasanya permintaan kredit meningkat. Apalagi saat ini tahapan pemilu 2024 sudah mulai dilakukan.
“Kegiatan pemilu ini biasanya diasosiasikan dengan peningkatan tingkat konsumsi, sehingga tentu saja ini dapat menodorong pertumbuhan kredit,” ujarnya.
Dian menyampaikan di tengah volatilitas pasar keuangan global, persepsi optimistik terhadap sektor perbankan Indonesia tetap terjaga, yang tecermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulanan.
Berdasarkan survei tersebut, Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) berada di level 62 (zona optimis) yang artinya responden memperkirakan kinerja perbankan akan tetap terjaga baik pada triwulan IV 2023.
Optimisme kinerja perbankan didorong oleh ekspektasi bahwa penyaluran kredit masih akan cukup baik sehingga berdampak pada peningkatan laba dan modal perbankan.
Sejalan dengan hal tersebut, per Oktober 2023, industri perbankan Indonesia tetap solid dan resilien dengan ditopang tingkat profitabilitas (ROA) dan permodalan (CAR) yang relatif tinggi masing-masing sebesar 2,73 persen dan 27,48 persen.
Kinerja intermediasi perbankan tetap terjaga dengan pertumbuhan kredit tercatat 8,99 persen yoy (September 2023: 8,96 persen yoy) menjadi Rp6.902,98 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi pada kredit investasi sebesar 10,22 persen yoy. Ditinjau dari kepemilikan bank, pada Oktober 2023, Bank BUMN menjadi kontributor pertumbuhan kredit terbesar yaitu sebesar 11,76 persen.
Di sisi lain, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2023 tercatat 3,43 persen yoy (September 2023: 6,54 persen yoy) atau menjadi Rp8.198,80 triliun, dengan deposito menjadi kontributor pertumbuhan terbesar yaitu 5,66 persen yoy.
Likuiditas industri perbankan pada Oktober 2023 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuditas jauh di atas level kebutuhan pengawasan. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing naik menjadi 117,29 persen (September 2023: 115,37 persen) dan 26,36 persen (September 2023: 25,83 persen), atau jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.
Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,77 persen (September 2023: 0,77 persen) dan NPL gross sebesar 2,42 persen (September 2023: 2,43 persen).
Target kredit 2024
Dalam “Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2023”, Bank Indonesia memperkirakan penyaluran kredit pada tahun 2024 berada di kisaran 10% hingga 12%.
Dian mengatakan OJK belum menetapkan proyeksi penyaluran kredit tahun depan, namun OJK juga optimistis penyaluran kredit pada tahun depan.
Dian mengatakan pada 30 November, OJK telah menerima semua Rencana Bisnis Bank (RBB) dan saat ini OJK sedang melakukan evaluasi terhadap RBB tersebut termasuk portofolio aset. OJK akan menyampaikan secara resmi perkiraan pertumbuhan kredit pada “Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan.”
“Di sampaing RBB, tentu OJK juga melakukan survei, riset dan sebagainya untuk melihat bagaimana pertumbuhan kredit kita di tahun 2024 nanti. Tetapi over all, saya bisa mengatakan bahwa kita masih sangat optimistis dengan pertumbuhan kredit ke depan,”ujarnya.
Optimisme ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten di atas 5% dalam beberapa tahun terakhir.