Neraca Perdagangan Januari 2026 Surplus USD 0,95 Miliar, Ditopang Ekspor Nonmigas

0
42

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia pada Januari 2026 kembali mencetak surplus sebesar USD 0,95 miliar. Dengan capaian ini, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus tersebut terutama ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas yang tetap kuat di tengah peningkatan impor.

“Pada Januari 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 22,16 miliar, meningkat 3,39 persen dibandingkan Januari 2025,” ujar Ateng, Senin, 2 Maret.

Dari total ekspor tersebut, ekspor nonmigas tercatat sebesar USD 21,26 miliar, tumbuh 4,38 persen secara tahunan. Sementara itu, ekspor migas sebesar USD 0,89 miliar, mengalami penurunan 15,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ekspor nonmigas secara tahunan terutama dipengaruhi oleh beberapa komoditas utama. Ekspor lemak dan minyak hewan nabati (HS15) meningkat 46,05 persen dan memberikan andil 4,61 persen terhadap kenaikan total ekspor. Selanjutnya, ekspor nikel dan barang daripadanya (HS75) naik 42,04 persen dengan andil 1,43 persen, serta ekspor mesin dan perlengkapan elektronik beserta bagiannya (HS85) tumbuh 16,27 persen dengan andil 1 persen.

Baca Juga :   Ekspor Dua Komoditas Unggulan RI Mengalami Penurunan pada Mei 2024

Secara sektoral, ekspor nonmigas didominasi oleh industri pengolahan dengan nilai USD 18,51 miliar, naik 8,19 persen secara tahunan. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi USD 0,44 miliar, sedangkan sektor pertambangan dan lainnya sebesar USD 2,32 miliar, meski keduanya mengalami penurunan.

Di sisi lain, nilai impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai USD 21,20 miliar, meningkat cukup tinggi yakni 18,21 persen dibandingkan Januari 2025. Impor nonmigas tercatat sebesar USD 18,04 miliar, naik 16,71 persen, sedangkan impor migas mencapai USD 3,17 miliar, melonjak 27,52 persen secara tahunan.

Kenaikan impor terutama didorong oleh meningkatnya impor bahan baku dan penolong yang naik 14,67 persen, serta impor barang modal yang melonjak 35,32 persen, mencerminkan aktivitas industri dan investasi yang masih tumbuh. Sementara itu, impor barang konsumsi meningkat 11,81 persen.

Dengan surplus nonmigas sebesar USD 3,22 miliar dan defisit migas USD 2,27 miliar, neraca perdagangan Januari 2026 tetap berada di zona positif. Komoditas penyumbang surplus terbesar berasal dari lemak dan minyak hewan nabati (HS15), bahan bakar mineral (HS27), serta besi dan baja (HS72).

Baca Juga :   Ekspor dan Impor Turun, Ekonomi Lesu di Awal Tahun

“Atas kinerja ini, neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 tetap surplus dan melanjutkan tren positif yang telah berlangsung selama hampir enam tahun,” ujar Ateng.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics