Percepat Target Transisi Energi, Kementerian ESDM, PLN dan AESI Luncurkan 1,3 GW PLTS Atap

0
49
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), dan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) telah meluncurkan  1,3 Giga Watt (GW) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap untuk mempercepat implementasi, dan target transisi energi Indonesia. Peluncuran itu sekaligus menjadi simbol percepatan implementasi energi surya nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Eniya Listiani Dewi menjelaskan, target pengembangan PLTS nasional akan mencapai 80 hingga 100 GW. Target ambisius itu tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas energi, tetapi juga pada penciptaan permintaan pasar.

Dalam 5 tahun terakhir, kata Eniya, kapasitas PLTS atap telah tumbuh hampir 10 kali lipat dalam kurun waktu singkat. Dari sekitar 146 MW, kini menjadi 1,3 GW pada 2026.

“Target ini bukan sekadar angka, tetapi peluang ekonomi. Kami menghitung setidaknya ada 760 ribu pekerjaan baru yang bisa tercipta dari program PLTS ini. Ke depan, pemerintah ingin memperluas penggunaan fotovoltaik tidak hanya di atap bangunan (rooftop). Tetapi, juga di area ground mounted terutama di sekitar koperasi desa, fasilitas kesehatan seperti puskesmas serta akselerasi kendaraan listrik,” kata Eniya dalam acara peluncuran beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga :   Tekan Emisi Karbon, Pertamina Trans Kontinental Pasang PLTS di Kapal Derek

Sementara itu, Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari mengatakan, capaian itu menunjukkan energi surya bukan sekadar potensi, tetapi sudah menjadi kebutuhan strategis nasional.

Karena itu, kata Mada, AESI memiliki sekitar 135 anggota yang mewakili berbagai elemen ekosistem energi surya, mulai dari manufaktur, pengembangan proyek, penyedia teknologi, lembaga keuangan, dan lembaga sertifikasi. Itu sebabnya, kehadiran ekosistem yang semakin lengkap menjadi modal penting dalam mempercepat skala pengembangan industri surya nasional.

“Dengan dukungan ekosistem industri yang semakin matang, AESI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat implementasi PLTS dan mewujudkan target transisi energi Indonesia,” ujar Mada.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menambahkan, peluncuran 1,3 GW PLTS menjadi langkah penting untuk mendorong pemanfaatan energi surya di Indonesia. PLN pun berkomitmen mendukung arah kebijakan nasional, termasuk menjadikan PLTS sebagai bagian utama dalam transisi menuju energi yang lebih bersih.

Karena itu, kata Adi, pihaknya berharap pengembangan PLTS semakin luas, dan mampu mempercepat pemanfaatan energi surya di berbagai sektor. Dengan dukungan berbagai pihak, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai target pengembangan energi surya, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam transisi energi di kawasan Asean.

Baca Juga :   PLN Kantongi Apresiasi Berkat Konsisten Kembangkan Energi Bersih

“Melalui aplikasi PLN Mobile yang semakin user-friendly. Melalui fitur ini, pelanggan dapat mengajukan permohonan, memantau proses secara transparan, serta merasakan layanan yang lebih cepat dan mudah. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjalankan amanat Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2024 sekaligus mendorong percepatan pemanfaatan PLTS atap on-grid di Indonesia,” kata Adi.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics