PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) Siap Ekspansi Bioskop dan Bisnis F&B pada 2026
Ilustrasi/ist
PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), pengelola dan operator bioskop CGV di Indonesia, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan ekspansi guna meningkatkan pangsa pasar dan kinerja perusahaan pada tahun depan.
Pada semester I-2025, BLTZ membukukan pendapatan sebesar Rp614,77 miliar, sedikit menurun 0,46% dari Rp617,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski pendapatan menurun tipis, laba bersih perseroan justru melonjak signifikan, mencapai Rp25,22 miliar, naik 155,31% dibanding Rp9,88 miliar pada semester I-2024.
Menurut Arie Hartomo Putra, Finance Team Leader BLTZ, peningkatan laba ini didorong oleh efisiensi dan inovasi operasional, termasuk penggantian proyektor berbasis lampu lama ke proyektor laser yang lebih hemat biaya.
“Biaya untuk pembelian lampu-lampu tersebut menurun, sehingga berdampak positif pada laba yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Arie dalam Public Expose Insidentil, Kamis (2/10).
Terkait kebutuhan modal kerja untuk pembayaran piutang atau utang, Arie menegaskan bahwa perusahaan saat ini masih mengandalkan pendapatan operasional dan belum membutuhkan tambahan modal kerja.
Rencana Ekspansi Bioskop dan Bisnis F&B
Haryani Suwirman, Direktur BLTZ, menyatakan bahwa ekspansi bioskop akan tetap menjadi fokus utama perseroan pada 2026.
“Ekspansi tentu akan terus kami lakukan termasuk tahun depan, karena ini sangat memengaruhi market share kami,” ujarnya.
Meski begitu, Haryani belum merinci target penambahan bioskop maupun lokasi spesifiknya.
“Beberapa rencana akan kami laksanakan dan kami optimis hasilnya lebih baik dibanding target tahun ini,” tambahnya.
Hingga kuartal II-2025, BLTZ belum menambah jumlah bioskop baru. Arie Hartomo Putra menjelaskan bahwa penambahan bioskop hingga akhir tahun akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. “Kalau memang memungkinkan ada penambahan, kita akan kejar untuk selesai di tahun ini,” ujar Arie.
Per akhir Juni 2025, BLTZ mengoperasikan 71 bioskop di seluruh Indonesia. Jumlah itu tidak berubah dibandingkan posisi akhir tahun lalu dan menurun dari 74 biskop pada akhir 2023. Dari jumlah bioskop tersebut, BLTZ memiliki 405 layar per akhir Juni 2025 dan Desember 2024.
Selain rencana ekspansi bioskop, pertumbuhan bisnis makanan dan minuman (F&B) juga menjadi perhatian BLTZ. Haryani mengatakan, lini bisnis F&B menunjukkan tren peningkatan. Pendapatan dari F&B naik dari Rp190,77 miliar pada semester I-2024 menjadi Rp193,93 miliar pada semester I-2025, meskipun pendapatan dari bioskop sedikit menurun.
“Melihat tren yang meningkat, kami percaya di tahun depan pendapatan F&B akan terus tumbuh. Dengan inovasi program promosi yang terus kami lakukan, kami berharap bisa meng-grab pendapatan dari pasar tersebut,” kata Haryani.
Terkait bisnis bioskop yang kini menghadapi persaingan ketat, baik dari sesama pengelola maupun layanan streaming (OTT), Mandati Martalangga Putri, Marketing Team Leader BLTZ, menyatakan strategi utama perusahaan adalah menghadirkan konten eksklusif CGV serta memperluas kemitraan dengan mitra yang memiliki basis pelanggan besar.
“Dengan begitu, kami dapat menarik pelanggan mereka sekaligus memperkuat posisi kami di pasar,” kata Mandati.