Skenario Pemerintah Jaga Pasokan Minyak di Tengah Ketegangan Timur Tengah

0
24

Pemerintah menyiapkan skenario pasokan energi di tengah ketegangan di Timur Tengah. Pemerintah membuka peluang tambahan pasokan dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lain, termasuk Australia.

“Dengan kondisi sekarang, yang di Middle East kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia, itu untuk LPG,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam keterangannya.

Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Bahlil mengatakan  untuk stok solar tidak mengalami gangguan karena seluruhnya berasal dari dalam negeri. Hal ini juga didukung oleh peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Januari 2026 lalu, yang dapat meningkatkan kapasitas produksi BBM dalam negeri dan mengurangi impor bensin hingga 5,5 juta ton dan solar 3,5 juta ton. Meski demikian, sebagian kebutuhan bensin masih diimpor dari Malaysia atau Singapura.

Ke depan, Bahlil menegaskan tengah mendorong pembangunan kilang-kilang BBM untuk menambah produksi BBM dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Baca Juga :   Dilantik Jadi Menteri ESDM, Bahlil Fokus pada Masalah Lifting Minyak yang Menurun dan Beban Impor LPG

“Kita harus mengembangkan refinery kita, kilang-kilang kita, untuk semua kita produksi dalam negeri. Yang pada akhirnya kemudian nanti, kalau lifting kita nggak mencapai 1,6 juta, selisih antara kebutuhan crude dan kemampuan kita lifting, itulah yang kita impor. Jadi ke depan itu tinggal impor crude saja,” kata Bahlil.

Saat laporannya kepada Presiden di Sidang Kabinet Paripurna, Bahlil juga menyampaikan keamanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) jelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Bahlil melaporkan cadangan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 mencapai 24,39 hari, melampaui batas minimal yang ditetapkan. Kemudian Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 cadangan mencapai 28 hari dan RON 98 mencapai 31 hari. Sementara untuk solar subsidi, kapasitas cadangan mencapai 16,41 hari, solar CN 53 mencapai 46 hari, dan Avtur 38 hari.

Adapun LPG, Bahlil juga menyampaikan bahwa rantai distribusi LPG global sedang mengalami dinamika. Total impor LPG Indonesia saat ini sebesar 7,6 juta, berasal dari Amerika Serikat sebanyak 70-72% dan 20% lainnya dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain.

Leave a reply

Iconomics