US-Indonesia Business Summit 2026: Presiden Prabowo Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat di Depan Pebisnis Amerika
Presiden Prabowo Subianto turut menghadiri US-Indonesia Business Summit 2026 (Forum Bisnis RI-AS 2026)/Dok. Ekon
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meyakinkan sejumlah pimpinan bisnis di Amerika Serikat (AS) mengenai fundamental ekonomi Indonesia di Amerika Serikat (AS).
“Sebagai Presiden, tanggungjawab saya sangat jelas. Saya harus menyakinkan stability, predictability, and execution. Without these, confidence weakens, and with them, investment follows. Fundamental ekonomi Indonesia kuat,” kata Presiden Prabowo di depan Pimpinan USCC, USABC dan USINDO serta Perusahaan-Perusahaan AS yang beroperasi di Indonesia (Freeport McMoran, ExxonMobil, Pepsico, Cargill, Caterpilar, dll).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto juga menyampaikan bahwa Amerika Serikat merupakan mitra strategis utama Indonesia dalam perdagangan dan investasi.
Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk memperdalam kolaborasi sektor swasta kedua negara, khususnya pada bidang inovasi digital, kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), semikonduktor, mineral kritis, ketahanan rantai pasok, dan transisi energi.
Menko Airlangga menegaskan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah menuntaskan perundingan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dan saat ini tengah mempersiapkan untuk penandatanganan dan persiapan tahap implementasi. Kesepakatan tersebut mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat akses pasar, menyederhanakan hambatan perdagangan, meningkatkan kepastian usaha, serta membuka peluang investasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Penyelesaian ART merupakan tonggak penting yang dicapai melalui perundingan intensif dan konstruktif antara kedua negara. Kesepakatan ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menciptakan lingkungan usaha yang semakin terbuka, transparan, dan ramah investasi,” kata Menko Airlangga.
Business Summit juga menjadi forum dialog strategis antara Pemerintah Indonesia dan pimpinan perusahaan terkemuka Amerika Serikat, sekaligus menjadi momentum penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan total potensi nilai sekitar US$38,4 miliar. Komitmen tersebut mencakup Sektor Pertanian sebesar US$2,5 miliar dan Sektor Industri sebesar US$35,9 miliar, termasuk kerja sama di bidang Semikonduktor dan material industri strategis.
Hadirnya Presiden Prabowo dalam US-Indonesia Business Summit 2026 (Forum Bisnis RI-AS 2026) yang diselenggarakan oleh the U.S. Chamber of Commerce (USCC), the US-ASEAN Business Council (USABC), dan the U.S.-Indonesia Society (USINDO) di Washington D.C., Rabu (18/02/2026) adalah bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke AS.
Presiden Prabowo berkunjung ke AS untuk menghadiri The Inaugural Meeting of Board of Peace (BOP) dan sekaligus penyelesaian dan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART).