Allianz Tawarkan Produk Asuransi yang Lindungi Kerusakan Aset Bisnis

0
89
Reporter: Rommy Yudhistira

Allianz Utama Indonesia menawarkan solusi produk asuransi yang melindungi kerusakan aset bisnis (pabrik, kantor, gudang, bagunan komersial lainnya), dan perluasan proteksi untuk risiko banjir, gempa bumi, serta pencurian. Produk itu pun melindungi potensi kehilangan pendapatan akibat terhentinya operasional pasca-bencana.

Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia Ignatius Hendrawan mengatakan, Indonesia yang menjadi negara peringkat kedua dari 193 negara paling rawan bencana (World Risk Report 2023), perlu menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu, kata Hendrawan, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap proteksi aset berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi akibat bencana alam. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan di sektor asuransi angkanya lebih rendah dari literasi keuangan umum.

Indeks literasi keuangan di sektor asuransi, kata Hendrawan, hanya mencapai 45,45%, sedangkan yang bukan asuransi mencapai 55,46%. Hal serupa pun terlihat dari sisi inklusi yang mencapai 28,50%, sementara untuk yang bukan sektor asuransi mencapai 80,51%.

“Masih banyak masyarakat dan pelaku bisnis yang memahami pentingnya pengelolaan keuangan, tetapi belum menjadikan asuransi sebagai bagian dari strategi perlindungan aset,” kata Hendrawan dalam diskusi daring pada Kamis (2/10).

Baca Juga :   Pemerintah Diminta Segera Kirimkan Surpres dan DIM untuk RUU TPKS

Selain menawarkan produk yang relevan, kata Hendrawan, Allianz pun memperkuat layanan proses klaim yang transparan dan cepat. Termasuk pemberian jalur khusus untuk bencana skala besar.

“Allianz percaya bahwa proteksi asuransi bukan sekadar menjaga aset fisik, tetapi juga menjaga kesinambungan bisnis dan stabilitas ekonomi. Kami berkomitmen untuk meningkatkan literasi asuransi agar semakin banyak pelaku usaha menyadari pentingnya perlindungan ini,” tambah Hendrawan.

Sementara itu, Strategic Planning & Risk Management Group Head MAIPARK Indonesia Ruben Damanik menjelaskan, risiko bencana di Indonesia bukan sekadar potensi, melainkan menjadi ancaman nyata yang terus berulang. Peta sumber gempa nasional tahun 2017 yang dipublikasikan oleh Pusat Studi Gempa Nasional, mencatat adanya 295 sesar aktif di seluruh Indonesia.

Ruben menilai, terdapat sejumlah kejadian signifikan berasal dari patahan yang belum terpetakan dalam 5 tahun terakhir. Aktivitas alam itu mengindikasikan potensi penambahan sumber gempa pada pembaruan peta sumber gempa nasional 2025.

Peningkatan itu, Ruben menambahkan, mencerminkan tingginya risiko gempa, termasuk potensi megathrust yang bisa memicu guncangan besar, dan tsunami.

Baca Juga :   Bank QNB Indonesia Gandeng 3 Perusahaan Luncurkan Produk Reksa Dana Dolar AS dan Dukung Prinsip ESG

“Kerentanan Indonesia terhadap bencana sudah terbukti. Tanpa langkah mitigasi yang kuat, termasuk perlindungan finansial melalui asuransi, kerugian yang ditimbulkan bisa sangat luas, tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga sektor ekonomi secara keseluruhan,” kata Ruben.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics