Lewat Paket Kebijakan Ekonomi, Pemerintahan Optimistis Pertumbuhan Tembus 5,2% di 2025

0
54
Reporter: Rommy Yudhistira

Pemerintah optimistis lewat paket kebijakan ekonomi 2025, maka pertumbuhan bisa mencapai 5,2%. Pemerintah telah merumuskan paket kebijakan ekonomi 2025, dan 8 program akselerasi, 4 program yang dilanjutkan pada 2025, dan 5 program andalan pemerintah untuk penyerapan tenaga kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, para menteri terus berkoordinasi agar seluruh program berjalan dengan efektif dan tepat sasaran. “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), para menteri berkumpul untuk mengecek program-program unggulan,” kata Airlangga dalam keterangan resminya pada Kamis (2/10).

Untuk program akselerasi, kata Airlangga, pemerintah telah menyiapkan mekanisme sistem SIAPKerja, yang mulai dibuka pada 15 Oktober 2025. Program itu nantinya akan memberikan kesempatan kepada lulus perguruan tinggi baru (fresh graduate) untuk magang.

“Kemudian pemerintah juga mendorong akselerasi belanja kepada 12 kementerian/lembaga dan juga optimalisasi program, misalnya makan bergizi gratis, kemudian juga terkait dengan sekolah unggulan, dukungan kepada UMKM.” ujarnya.

Selain itu, kata Airlangga, pemerintah pun menyiapkan stimulus khusus natal dan tahun baru untuk mendukung mobilitas masyarakat. Program tersebut meliputi diskon tarif angkutan kereta api sebesar 30% untuk 1,5 juta penumpang pada 22 Desember 2025-10 Januari 2026, diskon 20% dari tarif dasar untuk angkutan laut Pelni pada 17 Desember 2025-10 Januari 2026, dan pemberian potongan biaya jasa pelabuhan pada angkutan penyeberangan ASDP pada 22 Desember 2025-10 Januari 2026.

Baca Juga :   Pemerintah Baru di Bawah Prabowo Dinilai Perlu Cermati Kondisi Ekonomi Global di 2025

Untuk transportasi udara, kata Airlangga, pemerintah juga akan memberikan diskon tiket pesawat melalui skema PPN ditanggung pemerintah (DTP), diskon fuel surcharge, hingga penurunan harga avtur. Dengan pemberian stimulus itu, masyarakat dapat menikmati penurunan harga tiket sebesar 12-14%. Pemberlakuan kebijakan itu dilakukan pada 22 Oktober 2025-10 Januari 2026, dan periode penerbangan 22 Desember 2025-10 Januari 2026.

“Kemudian juga ada dukungan event wisata dan juga paket yang di-bundling terkait dengan wisata kuliner dan UMKM,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics