Ikappi Pertanyakan Kinerja Tim Pangan Pemerintah Buntut Kenaikan Beberapa Komoditas

0
165
Reporter: Rommy Yudhistira

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyebut kenaikan beberapa komoditas bahan pokok belakangan ini dinilai menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat. Apalagi kenaikan beberapa komoditas itu yang dibutuhkan langsung kalangan masyarakat.

Sekjen Ikappi Reynaldi Sarijowan menuturkan, pihaknya mencatat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Semisal, cabai rawit merah sebesar Rp 60 ribu per kilogram (kg), cabai merah sekitar Rp 65 ribu per kg, bawang merah sekitar Rp 45 ribu per kg, dan bawang putih Rp 38 ribu per kg.

“MinyaKita juga masih di angka Rp 15 ribu per liter, daging, telur, ayam, gula pasir, garam. Itu juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi di beberapa pekan terakhir,” kata Reynaldi dalam keterangan resminya, Kamis (23/2) kemarin.

Menurut Reynaldi, kenaikan harga seharusnya terjadi dalam 15 hari menjelang bulan Ramadhan. Namun, kenaikan harga bahan pokok saat ini sudah mulai cukup tinggi di pasaran sehingga tim pangan yang disiapkan Presiden Joko Widodo belum mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Baca Juga :   Venteny Fortuna International Bukukan Pendapatan Rp 39,6 M di Kuartal I/2024

“Tim itu antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional serta beberapa lembaga lain seperti Bulog, Id Food, dan sebagainya,” ujar Reynaldi.

Karena itu, kata Reynaldi, pihaknya meminta pemerintah menyiapkan strategi dan eksekusi di lapangan, sehingga persoalan pangan tersebut dapat segera diatasi. Hal paling penting lainnya yang perlu dilakukan pemerintah yakni memperkuat pendataan, khususnya data yang berkaitan dengan produksi, dan asumsi permintaan terhadap bahan pokok nasional.

Di samping itu, kata Reynaldi, pemerintah perlu menyiapkan pendampingan secara berkala bagi para petani, sehingga produksi bahan pokok yang dihasilkan oleh petani dapat terserap dan terdistribusi dengan baik. “Beberapa hal tersebut dapat menjaga agar harga pangan di ramadhan nanti tidak melambung tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR Slamet meminta pemerintah menjaga pasokan bahan pokok menjelang datangnya bulan suci Ramadhan yang jatuh pada Maret 2023. Berdasarkan pantauan yang dilakukan olehnya, beberapa jenis bahan pokok sudah mengalami kenaikan, bahkan, minyak goreng di beberapa lokasi sulit untuk didapatkan.

Baca Juga :   KAI Batalkan Perjalanan Jarak Jauh karena Pemerintah Larang Mudik Lebaran

“Saya melihat pemerintah hanya bercuap-cuap terkait kenaikan harga sembako di pasaran namun belum memberi perhatian khusus kepada pasokan bahan pangan yang cukup. Padahal jika harga pangan naik itu adalah sinyal keterbatasan pasokan pangan,” kata Slamet.

Selain soal pasokan, kata Slamet, pemerintah perlu tetap menjaga aksesibilitas masyarakat terhadap pangan baik dari segi keterjangkauan harga maupun ketersediaan.

“Mengingat rilis indeks keamanan pangan Indonesia menunjukkan penurunan yang cukup tajam dan salah satu nilai yang paling mengalami penurunan tajam adalah aksesibilitas terhadap pangan,” kata Slamet.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics