Anggota Komisi XI Minta Pemerintah Utamakan UMKM Dalam Hadapi Ancaman Resesi
Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati/Istimewa
Pemerintah diminta memberi perhatian utama kepada pelaku pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menghadapi ancaman resesi yang diduga terjadi pada 2023. Apalagi sektor UMKM dinilai bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah ancaman krisis tersebut.
Karena itu, kata anggota Komisi XI DPR Anies Byarwati, pemerintah diharapkan bisa membuka akses yang menguatkan sektor UMKM. “Menghadapi resesi itu tidak hanya dengan bantuan sosial. Kita juga harus menggaungkan dunia usaha seperti UMKM,” kata Anis dalam keterangan resminya, Selasa (18/10).
Menurut Anis, dukungan pemerintah kepada pelaku UMKM belum optimal karena masih sebatas wacana dan belum terkoordinasi dengan baik. Padahal, kalau usaha ekonomi masyarakat dapat digerakkan, maka dinilai bisa menopang perekonomian Indonesia.
Hal penting yang perlu menjadi perhatian soal UMKM, kata Anis, terkait dengan kemudahan akses pinjaman modal. Perlu diingat UMKM berperan penting dalam keberlangsungan sekaligus menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Karena itu, kata Anis, untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM, pemerintah perlu memperhatikan UMKM terutama dalam kemudahan akses. Sebab, salah satu persoalan yang kerap dihadapi UMKM adalah terkait keterbatasan modal.
“Maka dari itu pemerintah harus memanfaatkan koperasi, BUMDes atau lembaga yang dekat dengan masyarakat dan memberikan mereka bantuan modal,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, UMKM berperan dalam menjaga keberlangsungan produk-produk dalam negeri. Di masa gejolak ekonomi global, belanja dalam negeri menjadi andalan untuk menggerakkan roda perekonomian nasional.
Karena itu, kata Suahasil, pemerintah mendorong alokasi kredit perbankan untuk UMKM mencapai 30%. Dengan tersedianya penyaluran kredit tersebut, UMKM akan mendapat bantuan permodalan yang dapat digunakan untuk kebutuhan produksi dan penguatan dari sisi sumber daya manusia (SDM).
“Ini sering sekali menjadi benteng penyelamat, kalau UMKM didorong dalam digital ini. Mereka sangat membutuhkan SDM. UMKM adalah fundamental yang sangat kuat, dan telah membuktikan berpuluh-puluh tahun. Dalam kondisi tertekan biasanya UMKM uletnya luar biasa,” ujar Suahasil.