Binus University Siapkan Talenta Hospitality yang Bisa Beradaptasi dan Berkembang di Industri

0
42
Reporter: Rommy Yudhistira

Binus University menegaskan komitmennya dalam menyiapkan talenta hospitality yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga bisa beradaptasi, dan berkembang di industri yang terus berubah. Binus menilai hospitality tidak lagi dipahami sebagai industri perhotelan, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem yang luas.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Dean Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism Binus University Yanti mengatakan, pihaknya memiliki program studi Hotel Management yang berada di Binus Kemanggisan, dan Business Hotel Management di Binus Bekasi.

Program studi Hotel Management, kata Yanti, dirancang dengan pendekatan berbasis industri global melalui global hotel simulation. Dengan pendekatan itu, mahasiswa tidak hanya dilatih dalam hal service excellence, namun juga dibekali pemahaman mengenai operasional hotel modern yang terintegrasi dengan prinsip efisiensi, dan keberlanjutan.

Sedangkan program Business Hotel Management di Binus Bekasi, lanjut Yanti, menghadirkan pendekatan yang lebih strategis, dengan fokus pada entrepreneurshipdigital hospitality, dan business innovation. Program ini mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pelaku industri yang mampu membaca peluang, membangun bisnis, dan mengimplementasikan prinsip bisnis keberlanjutan dalam setiap keputusan yang diambil.

Baca Juga :   Kementerian Investasi Targetkan Rp 1.903 T dan Kontribusi 24% terhadap PDB

“Kami menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap masuk ke dunia kerja, tetapi juga siap memahami arah industri dan berkontribusi secara relevan di dalamnya,” kata Yanti dalam acara media networking di Binus Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5).

Masih kata Yanti, komitmen Binus diperkuat melalui kolaborasi erat dengan berbagai mitra industri. Kolaborasi itu tidak hanya bersifat konseptual, juga terhubung dengan berbagai pemain utama di sektor hospitality.

Yanti menambahkan, bagi Binus University pendidikan hospitality bukan sekadar memilih jurusan, tetapi memilih jalur karier di industri global yang terus berkembang dengan standar baru.

“Kami ingin lulusan Binus tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif strategis dan tanggung jawab terhadap masa depan industri yang lebih berkelanjutan,” ujar Yanti.

Sebagai pelaku industri, Chief Operating Officer Artotel Group Eduard Rudolf Pangkerego menambahkan, industri saat ini semakin selektif dalam mencari talenta. Bisnis hospitality disebut membutuhkan profesional yang tidak hanya memahami pelayanan, pun perlu memiliki pengetahuan dalam bisnis, teknologi, dan keberlanjutan.

Baca Juga :   Allo Bank Gandeng Platform Ini untuk Isi Ulang Weverse Jelly

“Talenta yang memiliki perspektif ini akan jauh lebih siap menghadapi dinamika industri. Kami melihat lulusan dengan pendekatan seperti yang diterapkan Binus memiliki keunggulan tersebut,” kata Eduard.

Sementara itu, Vice President of Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Garna Sobhara Swara menekankan pentingnya kombinasi antara kompetensi dan minat dalam industri hospitality.

“Kami membutuhkan talenta yang bukan hanya terampil, tapi juga punya passion. Lulusan Binus menghadirkan keduanya dan itu yang membuat mereka punya nilai lebih di industri hospitality,” tutur Garna.

Perspektif serupa disampaikan pula oleh alumni Binus sekaligus pemilik restoran Aiko Inshokuten Rasendriya Bhamakerti, yang menilai bahwa pendidikan hospitality membekali mahasiswa dengan kesiapan karier. Dan, pola pikir kewirausahaan yang relevan dengan dinamika industri saat ini.

“Kami juga dibekali kemampuan untuk adaptif terhadap perubahan, termasuk memahami pentingnya sustainability sebagai bagian dari bisnis masa depan. Hal ini menjadi keunggulan saat memasuki dunia kerja maupun saat ingin membangun usaha sendiri,” ujar Rasendriya.

Leave a reply

Iconomics