BRI Danareksa Sekuritas Kunjungi PJAA, Cara Berdialog Manajemen Perusahaan dengan Nasabah Prioritas

0
42
Reporter: Rommy Yudhistira

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyelenggarakan program Emiten Visit untuk memberikan kesempatan bagi nasabah prioritas berdialog dengan manajemen perusahaan, dan memperoleh edukasi seputar saham. Pada kegiatan Emiten Visit, BRIDS mengunjungi PT Pembangunan Jaya Ancol (PJAA).

Plt. Direktur Utama BRIDS Fifi Virgantria mengatakan, pertumbuhan investor saham di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Buktinya data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, dari total lebih 20 juta single investor identification (SID), sekitar 8,46 juta merupakan investor saham, tumbuh 32,6% secara tahunan (yoy).

Peningkatan itu, kata Fifi, mencerminkan semakin besarnya partisipasi masyarakat pada instrumen ekuitas, dan menegaskan pentingnya penguatan pemahaman fundamental dalam pengambilan keputusan investasi. Seiring dengan peningkatan itu, keterbukaan informasi, dan pemahaman yang menyeluruh terhadap aspek fundamental emiten menjadi semakin penting.

Di tengah dinamika pasar, kata Fifi, investor tidak hanya mencermati pergerakan harga, tetapi juga mempertimbangkan kinerja keuangan, strategi bisnis, dan prospek jangka panjang perusahaan. “Kami melihat investor semakin rasional dan berbasis data. Karena itu, BRIDS menghadirkan program yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan pemahaman menyeluruh agar keputusan investasi didasarkan pada fundamental yang kuat dan perspektif jangka panjang,” kata Fifi dalam keterangan resminya pada Senin (9/3).

Baca Juga :   Generasi Milenial Beli Properti untuk Hunian dan Investasi

Ke depan, kata fifi, BRIDS menargetkan rangkaian Emiten Visit pada setiap kuartal, dan program InvesTalk Series yang dapat menjangkau lebih banyak nasabah prioritas sepanjang 2026. Itu bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat literasi, transparansi, dan kualitas pengambilan keputusan investasi di pasar saham Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Keuangan Pembangunan jaya Ancol Daniel Nainggolan mengatakan, pihaknya mempertahankan peringkat kredit IdA+ dari Pefindo, yang menunjukkan fundamental, dan profil keuangan yang solid. Juga tampak dari pendapatan Rp 1,12 triliun, laba bersih Rp 180,1 miliar, dan total aset Rp 3,63 triliun pada 2025.

“Kami mengapresiasi kesempatan untuk berdialog langsung dengan investor. Keterbukaan informasi dan komunikasi yang konstruktif menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pasar serta memastikan investor memahami arah strategi dan fundamental perseroan secara lebih komprehensif,” ujar Daniel.

Leave a reply

Iconomics