Hari Asuransi Nasional, Momentum Imbau Masyarakat untuk Peduli Perlindungan Risiko

0
81
Reporter: Rommy Yudhistira

Hari Asuransi 2025 dinilai sebagai momentum mengingatkan masyarakat Indonesia soal perlindungan risiko yang dapat mengganggu kesejahteraan individu, keluarga, dan bisnis. Karena itu, Allianz Indonesia menilai literasi dan inklusi asuransi sebagai kunci utama dalam membangun ketahanan finansial yang berkelanjutan.

Ketua Yayasan Allianz Peduli Ni Made Daryanti mengatakan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi asuransi nasional baru mencapai 45,45%. Sementara tingkat inklusi di angka 28,50%.

Data itu, kata Ni Made, mencerminkan besarnya potensi sekaligus tantangan dalam mendorong pemahaman, dan penggunaan produk asuransi secara lebih luas.

“Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun melayani masyarakat Indonesia, Allianz melihat peluang besar untuk menjembatani kesenjangan proteksi ini dengan pendekatan literasi,” kata Ni Made dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Sebagai wujud nyata komitmen, kata Ni Made, Allianz Indonesia baru-baru ini meraih Financial Literacy Award 2025 dari OJK. Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi aktif Allianz dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara konsisten, dan terstruktur.

Baca Juga :   Lokadata Ungkap 78% Masyarakat dari Milenial dan Gen Z Gunakan Aplikasi Fintech

Allianz Indonesia, kata Ni Made, secara aktif menjalankan berbagai program, dan kegiatan literasi serta edukasi asuransi. Insrumen yang digunakan meluputi kanal digital, webinar, program di sekolah-sekolah, serta kemitraan dengan komunitas lokal, dan pelaku usaha mikro.

Dalam 1 tahun terakhir, kata Ni Made, Allianz telah menjangkau lebih dari 1 juta penerima manfaat melalui lebih dari 480 aktivitas literasi finansial yang diselenggarakan di berbagai kesempatan, baik luring maupun daring.

” Kami komitmen mengedukasi masyarakat agar lebih memahami risiko dan pentingnya perlindungan, tidak hanya sebagai produk finansial tapi sebagai kebutuhan hidup. Pemahaman dasar tentang literasi finansial, seperti mengelola pengeluaran, menabung, dan mengenali risiko, merupakan langkah awal yang sangat krusial dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Ni Made.

Leave a reply

Iconomics