Inflasi Medis Disebut Masih Jadi Tantangan Nyata bagi Masyarakat

0
9
Reporter: Rommy Yudhistira

Laporan MMB Asia Health Trends 2026 menunjukkan inflasi medis di Indonesia diperkirakan mencapai 17,8% pada 2026. Karena itu, Allianz Indonesia menilai kenaikan biaya kesehatan atau inflasi medis masih menjadi tantangan yang nyata bagi masyarakat.

Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia Rina Triana mengatakan, meningkatnya biaya medis menjadi tantangan yang bagi seluruh ekosistem kesehatan, termasuk asuransi. Selain dipengaruhi inflasi, tekanan terhadap biaya kesehatan juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi makro.

Selain itu, kata Rina, pelemahan nilai tukar rupiah juga mempengaruhi biaya layanan kesehatan. Misalnya, komponen obat dan alat kesehatan di Indonesia yang masih mengandalkan impor.

Berdasarkan data Allianz Indonesia, kata Rina, rata-rata biaya perawatan berbagai penyakit kritis meningkat periode 2020-2025. Perawatan penyakit jantung meningkat hingga 219%, kanker 179%, dan stroke 169%.

Allianz Life dan Allianz Syariah, kata Rina, telah membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp 6,3 triliun pada 2025. Dari total itu sebesar Rp 3,7 triliun merupakan klaim kesehatan.

“Ketika biaya layanan kesehatan terus meningkat, tantangannya bukan hanya menjaga masyarakat dapat memperoleh akses terhadap layanan yang berkualitas saat ini, tetapi juga memastikan perlindungan kesehatan tetap relevan dan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Rina dalam diskusi virtual pada Rabu (17/6).

Baca Juga :   BNI Life Jamin Work From Home Tidak Ganggu Layanan Nasabah

Untuk itu, kata Rina, industri asuransi kesehatan menyesuaikan menjaga kecukupan manfaat, dan keberlanjutan perlindungan. Tujuannya agar nasabah tetap mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan di tengah dinamika biaya medis.

Rina mengatakan, Allianz memandang perlindungan kesehatan sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

“Tantangan selanjutnya bukan hanya menghadirkan perlindungan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan saat ini, tetapi juga memastikan manfaatnya tetap berkelanjutan di tengah perubahan lanskap kesehatan,” ujar Rina.

Sementara itu Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Bayushi Eka Putra mengatakan, penyakit tidak menular masih menjadi salah satu tantangan utama bagi kesehatan di Indonesia. Salah satunya penyakit jantung yang kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

Kemudian, kata Bayushi, penanganan penyakit jantung juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Risiko penyakit jantung bukan hanya berdampak pada kondisi kesehatan pasien, tetapi juga dapat mempengaruhi tekanan finansial.

“Oleh karena itu, kesadaran untuk menerapkan gaya hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, mengenali faktor-faktor risiko yang dimiliki, serta mempersiapkan perlindungan kesehatan menjadi sangat penting,” ujar Bayushi.

Leave a reply

Iconomics