Induk SUN Energy Bentuk Joint Venture dengan SNN, Ini Rencana Bisnis yang Akan Digarap
(Kiri ke kanan) CEO SNN Dio Jefferson, Direktur Energi Mitra Investama Verry Kristianto, General Manager, Energy & Industrial Infrastructure Business Department Infrastructure & Healthcare Division Sojitz Corporation Awaya Satoshi, dan Chief Development Officer SNN Suzuka Mamoru/Iconomics
PT Energi Mitra Investama (EMI) selaku induk usaha SUN Energy Group bekerja sama dengan Sojitz, perusahaan asal Jepang. Kerja sama tersebut dilakukan melalui pembentukan perusahaan joint venture PT Surya Nippon Nusantara atau SNN, dengan komposisi kepemilikan Energi Mitra Investama 51% dan Sojitz 49%.
CEO SNN Dion Jefferson mengatakan, SNN akan memanfaatkan kesempurnaan bisnis Sojitz dan SUN Grup, khususnya dalam implementasi teknologi penyimpanan baterai, bisnis terkait kendaraan listrik, layanan efisiensi energi, dan layanan pasokan bahan bakar nol emisi. Juga menyediakan solusi instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap pada sektor komersial dan industri.
Menurut Dion, SNN berencana melakukan pemasangan PLTS atap dengan kapasitas 100 Megawatt peak (Mwp) di Greenland International Industrial Center (GIIC), Deltamas, hingga 2030. “Kehadiran SNN merupakan bagian dari komitmen Grup SUN dalam mewujudkan Indonesia nol emisi karbon,” kata Dion dalam peresmian kerja sama EMI dan Sojitz di Sinar Mas Land Plaza Tower, Jakarta beberapa waktu lalu.
Melalui keahlian Sojitz, kata Dion, SNN berupaya aktif menawarkan program dekarbonisasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui penerapan penyimpanan baterai, kendaraan listrik, efisiensi energi, dan layanan pasokan bahan bakar tanpa emisi seperti hidrogen, amonia, serta biofuel.
“Dan sebaliknya, dengan pengalaman Grup SUN dalam menginstalasi PLTS Atap, selain fokus mengembangkan potensi pasar Perusahaan asal Jepang di Kawasan Industri GIIC, SNN juga akan melakukan penetrasi pasar PLTS Atap bagi sektor industri dan komersial di wilayah lain,” ujar Dion.
Masih kata Dion, dukungan Sojitz kepada SNN sebagai bentuk bagian dari visi sustainability challenge yang dilakukan hingga 2050. Tentunya, visi tersebut juga mendorong Sojitz untuk terus berkomitmen dalam berkontribusi terhadap dekarbonisasi di Indonesia.
Melalui pengembangan bisnis bisnis pada industri energi baru terbarukan, kata Dion, SNN akan fokus dalam mengakselerasi proyek PLTS atap di Indonesia.