Kinerja 2021 Diganjar Sangat Baik, Bank DKI Ceritakan Kunci Suksesnya

0
438

Bank DKI menyebutkan kunci suksesnya yang ditunjukkan dari kinerja keuangan, khususnya tahun 2021. Bank yang masuk dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 2 atau bank bermodal inti di atas Rp6 triliun sampai dengan Rp14 triliun, kelas aset Rp50 triliun hingga di bawah Rp100 triliun ini membukukan kinerja double digit.

Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI Romy Wijayanto menjelaskan kinerja cemerlang di 2021 yang dicapai Bank DKI, di antaranya, tak lepas dari implementasi Program Transformasi 5.0. Di 2021, Bank DKI telah melaksanakan rangkaian program Transformasi 5.0 yang berfokus pada pilar utama, yakni business & support Pemprov DKI yang terbagi atas lending, funding, dan ecosystem; digital & operation; human capital, organization & culture; dan governance, risk management & compliance.

Ia juga mengatakan Bank DKI mulai mengimplementasikan strategi bisnis secara ekosistem, berkolaborasi dengan BUMD-BUMD DKI Jakarta serta turunannya.

Untuk menjaga keberlanjutan bisnisnya ke depan, selain transformasi dan strategi ekosistem kolaborasi dengan BUMD-BUMD DKI, Bank DKI melakukan sejumlah inovasi. Salah satunya penyederhanaan proses bisnis dengan mengacu pada customer centric, dengan melakukan pengembangan terhadap produk dan layanan perbankan berbasis digital yang dimiliki melalui JakOne Community Apps.

Baca Juga :   Kuartal I-2022, YELO Raih Pendapatan Rp113,8 Miliar Naik 57,6%

“Saat ini, kami tengah melakukan sejumlah inisiatif digitalisasi dengan mengembangkan SuperApps, SimpleApps, serta Digital Lending. Ketiga aplikasi tersebut kami harapkan dapat menjadi keunggulan Bank DKI dalam berkompetisi ke depannya dan mampu mendorong akselerasi kinerja, baik dari sisi kredit maupun DPK,” kata Romy.

Bank DKI yang memperoleh Golden Trophy dengan predikat kinerja “Sangat Bagus” selama 5 tahun berturut-turut dan predikat kinerja “Sangat Bagus” kategori KBMI 2 dari Infobank ini mencatat laba bersih sebesar Rp727,36 miliar pada tahun 2021, tumbuh 25,27% dari laba 2020. Bank DKI menghimpun dana pihak ketiga (DPK) Rp57,71 triliun, tumbuh 17,96% dari 2020. Pertumbuhan DPK ini di atas rata-rata pertumbuhan DPK industri perbankan 2021 yang sebesar 12,21%. Pertumbuhan DPK Bank DKI juga dibarengi dengan perbaikan struktur dana yang dimiliki sehingga rasio Current Account Saving Account (CASA) dapat meningkat signifikan dari 45,49% di 2020 menjadi sebesar 51,37%.

Bank DKI juga menyampaikan penyaluran kredit dan pembiayaan Bank DKI mencapai Rp38,70 triliun di 2021, atau tumbuh 8,52% dari 2020. Pertumbuhan kredit dan pembiayaan ini di atas pertumbuhan kredit industri perbankan 2021 yang sebesar 5,24%. Penyaluran kredit dan pembiayaan Bank DKI dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, ditandai dengan kualitas aset yang terjaga dengan baik. Tecermin dari realisasi NPL gross dan NPL net yang masing-masing terjaga di level 3,02% dan 0,38%.

Baca Juga :   LPS Tak Ubah Bunga Penjaminan, Apa Saja Alasannya?

Adapun total aset Bank DKI juga meningkat di 2021, yaitu sebesar Rp70,74 triliun atau tumbuh 12,21% dari 2020. Pertumbuhan aset Bank DKI ini juga lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan aset perbankan nasional yang sebesar 10,18%.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics