KLH Apresiasi MR.D.I.Y dan Rekosistem soal Recycle Dropbox di Jabodetabek

0
58
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia) memperluas program Recycle Dropbox ke 52 toko di wilayah Jabodetabek, Serang, dan Bandung. MR.D.I.Y. Indonesia telah memulai kegiatan itu pada 10 toko pada 2024.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi MR.D.I.Y. bersama Rekosistem itu. Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH Agus Rusly mengatakan, langkah kolaboratif antara MR.D.I.Y. Indonesia dan Rekosistem merupakan terobosan positif untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah.

“Kami menyambut baik inisiatif MR.D.I.Y. Indonesia dan Rekosistem yang selaras dengan arah kebijakan nasional pengelolaan sampah berkelanjutan. Partisipasi aktif sektor swasta seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik dan memperluas dampak gerakan Menuju Indonesia Bebas Sampah 2029,” kata Agus dalam media briefing di Jakarta, Rabu (26/11).

CFO MR.D.I.Y. Indonesia Rika Juniaty Tanzil mengatakan, pihaknya melalui program itu mengajak pelanggan untuk berpartisipasi dalam pemilihan, dan pengelolaan sampah melalui fasilitas dropbox yang tersedia di 52 toko. Setiap sampah yang dikumpulkan, akan terpantau melalui dashboard dari Rekosistem.

Baca Juga :   Beam Mobility Tawarkan Transportasi Alternatif Atasi Polusi Udara di Jabodetabek

Sistem yang dikelola Rekosistem itu, kata Rika, menampilkan volume dan jenis sampah secara langsung. Tujuannya untuk memastikan transparansi, dan akurasi data pengelolaan sampah di setiap lokasi.

“Melalui perluasan program Recycle Dropbox, kami ingin menghadirkan cara yang sederhana dan mudah diakses bagi pelanggan untuk berkontribusi secara positif dan nyata terhadap lingkungan,” ujar Rika.

Sejak diluncurkan tahun lalu, kata Rika, Recycle Dropbox telah mengumpulkan lebih dari 1.025 kg sampah pada Maret 2024-Juni 2025. Adapun sampah yang dikumpulkan terdiri atas sampah non-organik 79%, dengan komposisi plastik 40,63%, kertas 25,59%, kardus 7,52%, logam 2,74%. Sisanya multi layer plastic dalam porsi lebih kecil, dan residu lainnya.

Program itu, kata Rika, mencatat pemulihan sampah sebesar 79,4%, dan berkontribusi dalam mendukung peningkatan pengelolaan sampah nasional, yang saat ini ada pada kisaran rata-rata 22%. Total sampah yang terkumpul, yang kemudian didaur ulang juga berkontribusi mengurangi emisi karbon sebanyak 841,78 CO2 ekuivalen.

“Tentunya kami berharap inisiatif MR.D.I.Y. Indonesia dan Rekosistem dapat menjadi kontribusi berkelanjutan dalam meningkatkan angka pengelolaan sampah di Indonesia,” tambah Rika.

Baca Juga :   Pinhome Sebut Tren Properti Berkembang Secara Inklusif di Seluruh Wilayah Indonesia

Masih kata Rika, perluasan program itu menjadi bukti nyata komitmen MR.D.I.Y. Indonesia untuk terus berkontribusi positif bagi lingkungan.

“Inisiatif ini menegaskan peran MR.D.I.Y. Indonesia sebagai bisnis retail yang tidak hanya bertumbuh, tetapi juga bertanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujar Rika.

Sementara itu, COO dan Co-Founder Rekosistem Joshua Valentino mengatakan, sinergi kedua perusahaan menandai langkah penting kemitraan antara sektor bisnis dan teknologi, dalam mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Indonesia. Untuk itu, Rekosistem berkomitmen menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih transparan dan efisien, melalui pemanfaatan data dan teknologi.

“Dari hasil pengumpulan ribuan kilogram sampah di 10 toko MR.D.I.Y. pada periode sebelumnya, kami melihat bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan dampak nyata dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus menekan emisi karbon,” kata Joshua.

Leave a reply

Iconomics