Momentum Hari Kartini, Astra Life Ajak Perempuan Pekerja Amankan Finansial Masa Depan

0
107
Reporter: Rommy Yudhistira

Memperingati Hari Kartini, Astra Life mengajak perempuan pekerja untuk mengamankan finansial masa depan. Besarnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja, menunjukkan perempuan kini berperan krusial dalam menopang stabilitas finansial rumah tangga.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan di Indonesia mencapai 56,63% per Agustus 2025. Meski naik tipis sebesar 0,21% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, capaian itu menunjukkan keterlibatan perempuan yang bekerja tetap berada dalam tren positif.

Marketing Corporate Communication, Literacy & Inclusion Department Head Astra Life Kurniasari S. Pranoto mengatakan, semangat perempuan Indonesia dalam mendukung ekonomi rumah tangga menjadi manifestasi modern dari nilai-nilai yang diperjuangkan R. A. Kartini.

“Kami mengapresiasi semangat perempuan Indonesia dalam mendukung perekonomian keluarga,” kata Kurniasari dalam keterangan resminya pada Selasa (21/4).

Dalam rangka mendukung peran perempuan, kata Kurniasari, Astra Life membagikan 5 kiat amankan finansial di masa depan. Pertama, evaluasi kembali anggaran keuangan bulanan.

Kurniasari mengatakan, perempuan pekerja perlu memperhatikan pengeluaran yang dinilai kecil tapi sering dilakukan sehingga membuat boros. Caranya, dengan menyisihkan anggaran lebih untuk kebutuhan tidak terduga, dan menetapkan target anggaran yang realistis.

Baca Juga :   JNT Sebut Volume Lalu Lintas Naik Selama Libur Peringatan Kemerdekaan RI

“Cek kembali rencana anggaran yang telah dibuat setiap awal bulan dan bandingkan dengan pengeluaran baik dari suami maupun istri. Ke depannya, upayakan agar pengeluaran dapat dipisahkan sesuai kategori kebutuhan, keinginan, dan tabungan serta investasi. Lebih dari itu, evaluasi tujuan keuangan yang belum berhasil tercapai, baik tabungan, dana darurat atau investasi,” tambah Kurniasari.

Kiat kedua, lanjut Kurniasari, jangan membiarkan dana darurat berhenti. Idealnya, dana darurat dapat dipenuhi 6-12 bulan pengeluaran rumah tangga agar dapat menghidupi keluarga. Simpan dana darurat di tempat khusus yang mudah dicairkan, contohnya tabungan khusus yang terpisah dari tabungan harian atau deposito.

Ketiga, lanjut Kurniasari, mempersiapkan dana pendidikan anak dan masa pensiun sejak dini. Mengingat biaya pendidikan yang terus melonjak setiap tahunnya, maka disarankan untuk memiliki rekening khusus yang terpisah dari kebutuhan operasional harian.

Keempat, mempersiapkan dana pensiun dengan jangka waktu panjang. Mengenai hal itu, kata Kurniasari, membangun dana pensiun tabungan mandiri atau program formal bukan sekadar persiapan hari tua, melainkan bentuk kemandirian finansial agar perempuan pekerja dapat menikmati masa purna bakti dengan tenang.

Baca Juga :   BKSAP: Selain Hadiri 5WCSP, Ini Agenda Puan Maharani di Austria

Kelima, ujar Kurniasari, mengamankan finansial masa depan dengan asuransi jiwa. Astra Life disebut memiliki produk asuransi jiwa murni berjangka yakni Flexi Life Plus. Produk itu dapat menjadi pilihan bagi perempuan pekerja yang memberikan perlindungan jiwa sekaligus pengembalian premi hingga 110% saat masa pertanggungan berakhir.

Masih kata Kurniasari, Astra Life menekankan pentingnya memiliki asuransi jiwa untuk perempuan pekerja agar dapat memiliki kesehatan finansial dan sejahtera di masa depan.

“Tentu tidak mudah untuk dapat bekerja sekaligus mengurus keluarga, namun dengan kondisi tersebut kami mengajak perempuan pekerja untuk memperhatikan kondisi kesehatan fisik, mental, serta kesehatan finansial di masa mendatang dengan memiliki perlindungan asuransi jiwa untuk mengamankan finansial keluarga,” ujar Kurniasari.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics