Percepat Pengelolaan Sampah, Bank Jakarta akan Bangun Biogester Komunal di 2 Lokasi
Peletakan batu pertama biogester komunal di Rusunawa Rorotan oleh Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara, Edy Mulyanto, dan Camat Cilincing, Daniel Azka Alfarobi/Dok. Bank Jakarta
Bank Jakarta berencana membangun biodigester komunal berbasis sampah organik. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini direncanakan akan dilaksanakan di dua titik lokasi di Jakarta Utara, yakni Rusunawa Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo mengatakan rencana pembangunan biodigester komunal ini merupakan salah satu langkah nyata bentuk kontribusi Bank Jakarta dalam mendukung penanganan persoalan sampah di Jakarta, khususnya sampah organik. Melalui teknologi biodigester, sampah organik dapat diolah menjadi biogas sebagai energi terbarukan serta residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Agus menyampaikan bahwa penanganan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi dan konsistensi dari berbagai pihak. “Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta,” ujar Agus.
Program ini juga merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta Tahun 2026, khususnya dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan. Secara teknis masing-masing biodigester dirancang untuk mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit biodigester, kapasitas pengolahan dapat mencapai 500 kilogram per hari, yang menghasilkan biogas serta residu berupa pupuk organik. Berdasarkan kajian teknis, kedua unit biodigeser tersebut nantinya diproyeksikan akan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari dan mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau 154,4 ton CO2e per tahun.
“Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi.
Pembangunan biodigester di Rorotan ini merupakan salah satu program berkelanjutan atas kontribusi Bank Jakarta dalam pemanfaatan teknologi pengolahan limbah ramah lingkungan. Sebelumnya, Bank Jakarta telah mendukung pembangunan Instalasi biodigester Komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025 lalu.
“Pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan. Kini, kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester yang berasal dari pengolahan sampah organik yang berasal dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Arie.
Melalui program ini, Bank Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap dapat memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.