PGE Resmi Memulai Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3, Kapasitasnya 55 MW

0
63
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi memulai proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3, dengan kapasitas 55 megawatt (MW). Proyek yang berlokasi di WKP Lumut Balai, Sumatra Selatan itu ditargetkan beroperasi secara penuh pada 2030.

Untuk memastikan pengembangan proyek berjalan lancar, kata Direktur Operasi PGE Ahmad Yani, pihaknya menggelar kick-off meeting bersama pemerintah daerah, kontraktor, masyarakat sekitar, PLN, dan instansi pemerintah lainnya.

Kolaborasi itu, kata Ahmad, dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik, dan sesuai dengan target yang direncanakan.

Kick Off Meeting ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh aspek proyek, baik dari sisi teknis, perizinan, pendanaan, maupun pengelolaan risiko,” kata Ahmad dalam keterangan resminya pada Rabu (14/1).

Ahmad menambahkan, PLTP Lumut Balai merupakan proyek strategis pemerintah yang memanfaatkan energi baru dan terbarukan. Pengembangan itu merupakan kelanjutan dari proyek PLTP Lumut Balai Unit 2, yang telah beroperasi sejak Juni 2025 lalu.

Baca Juga :   Pemerintah Terbitkan Perpres Baru soal Penerapan TKDN Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, Apa Isinya?

“Selain itu, proyek ini juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas,” ujar Ahmad.

Selain berkontribusi terhadap pasokan listrik, ujar Ahmad, industri panas bumi berperan strategis dalam perekonomian nasional. Sepanjang 2010-2014, sektor itu mencatat PNBP sekitar Rp 21,43 triliun.

Tidak hanya itu, lanjut Ahmad, sektor panas bumi pun memberikan manfaat langsung bagi daerah melalui dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp 10,82 triliun pada periode 2019-2024. Untuk saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di 6 wilayah operasi.

PGE pun sedang mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya yakni, PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, dan beberapa proyek co-generation yang bekerja sama dengan PLN Indonesia Power.

“Melalui pengembangan ini, PGE menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas panas bumi nasional secara berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan listrik di Sumatra Selatan yang terus meningkat,” kata Ahmad.

Leave a reply

Iconomics