PP: Progres Proyek Bendungan Bagung Paket 3 di Trenggalek, Jatim Capai 40,65%
Proyek pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur/Dok. PP
PT PP (Persero) Tbk menyebut progres proyek Bendungan Bagong paket 3 di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, telah mencapai 40,65% per 31 Agustus 2025. Pencapaian itu diklaim lebih cepat dari target yang direncanakan sebelumnya.
Corporate Secretary PP Joko Raharjo mengatakan, dengan nilai kontrak sebesar Rp 402,3 miliar, proyek itu ditargetkan selesai dalam 376 hari terhitung sejak 20 Desember 2024-31 Desember 2025. Pembangunan Bendungan Bagong memiliki keunikan salah satunya yakni terletak pada bagian desain spillway tipe ogee yang dilengkapi dengan 2 stilling basin sebagai peredam energi.
Fondasi spillway, kata Joko, berdiri di atas batuan koluvial yang diperkuat boredpile, sehingga mampu mengendalikan aliran air secara optimal, sekaligus mencegah erosi. PP pun berkomitmen menerapkan metode hydroseeding untuk proses pemulihan tanaman (revegetasi) di area bendungan.
Joko menyebutkan, metode itu dinilai lebih efisien, dan efektif dibanding metode penanaman tradisional, terutama pada lahan miring seperti area bendungan. “Hydroseeding adalah bukti bahwa kami tidak hanya fokus pada penyelesaian fisik proyek, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” kata Joko dalam keterangan resminya pada Rabu (3/9).
Dengan menerapkan inovasi hydroseeding, kata Joko, PP ingin menegaskan posisinya sebagai pelopor konstruksi berkelanjutan di Indonesia. PP tidak sekadar mengejar target penyelesaian, tetapi juga memberikan manfaat infrastruktur hijau yang luas.
“Bendungan Bagong akan menjadi role model pembangunan bendungan modern yang inovatif, ramah lingkungan, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Trenggalek dan sekitarnya, serta membuktikan komitmen PT PP dalam menjalankan praktik konstruksi yang berkelanjutan,” ujarnya.