Memperkuat Benteng Keuangan Nasional: BSMR Cetak 67 Manajer Risiko Perbankan Baru

0
90
Reporter: Wisnu Yusep

Sebanyak 67 profesional perbankan resmi meraih gelar Certified Risk Management (CRM) dalam acara inagurasi yang digelar Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), Selasa (2/9).

Momentum ini menjadi bukti nyata komitmen BSMR dalam memperkuat barisan manajer risiko di sektor perbankan Indonesia. Para peserta yang berhasil menyelesaikan program sertifikasi berjenjang tersebut dinilai memiliki kapasitas mumpuni untuk mengelola risiko di tengah dinamika industri keuangan yang kian kompleks.

Direktur BSMR, Prof. Gandung, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata keseriusan para bankir dalam mengasah keahlian.

“Dengan kompetensi yang terus diperbarui, para bankir ini memiliki peran krusial menjaga stabilitas dan daya tahan perbankan nasional, terutama saat menghadapi potensi krisis,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Selain seremoni inagurasi, acara juga dirangkaikan dengan Program Pemeliharaan Sertifikasi Manajemen Risiko. Kegiatan ini wajib diikuti pemegang sertifikat untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan mereka tetap relevan dengan perkembangan terkini.

Kepala Departemen Pengendalian Kualitas dan Pengembangan Pengawasan Perbankan (DPKP) OJK, Nahor P. Hutahuruk, turut menekankan pentingnya implementasi manajemen risiko yang efektif. Menurutnya, perbankan harus mampu mengelola risiko secara hati-hati sekaligus adaptif terhadap perkembangan bisnis dan teknologi.

Baca Juga :   Jelang Peresmian Danantara, Muliaman Hadad Digoyang Isu Usia Lebih dari 60 Tahun

Pada kesempatan yang sama, BSMR bersama Indonesia Risk Professional Association (IRPA) menganugerahkan gelar kehormatan “Bapak Manajemen Risiko Perbankan Indonesia” kepada Prof. Dr. Muliaman D. Hadad, Ph.D.

Ketua Umum IRPA, Alan Yazid, menyatakan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi luar biasa Prof. Muliaman dalam memajukan praktik manajemen risiko di tanah air.

“Gelar ini kami berikan atas dedikasi dan peran sentral beliau dalam memperkuat fondasi manajemen risiko perbankan di Indonesia,” kata Alan.

Ia menambahkan, gagasan dan langkah Prof. Muliaman selama menjabat sebagai Direktur dan Deputi Gubernur Bank Indonesia hingga menjadi Ketua OJK telah menjadi tonggak penting yang membantu industri perbankan nasional melewati berbagai krisis.

Sejak berdiri 20 tahun lalu, BSMR telah melahirkan ribuan bankir bersertifikasi manajemen risiko yang berkontribusi signifikan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Sebagai lembaga independen, BSMR terus menjadi pilar penting dalam mencetak bankir profesional dan kompeten sesuai standar global dan regulasi yang berlaku.

Leave a reply

Iconomics