SUN Energy Dukung Transformasi Green Mining di Sektor Pertambangan Nasional

0
56
Reporter: Rommy Yudhistira

SUN Energy siap mendukung transformasi green mining, yang semakin menjadi perhatian di sektor pertambangan nasional. Langkah tersebut sebagai bentuk  respons komitmen industri pertambangan yang ingin menurunkan emisi, dengan mengintegrasikan pendekatan operasional yang lebih rendah emisi.

CEO Sun Energy Jefferson Kuesar mengatakan, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di area tambang menjadi kian relevan, karena bisa menjawab kebutuhan utama pada industri tersebut. Kehadiran PLTS pun dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada diesel, peningkatan efisiensi biaya operasional, hingga penguatan ketahanan pasokan energi di lokasi terpencil.

Dengan dukungan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), kata Jefferson, pemanfaatan energi surya mampu menjadi solusi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan operasional tambang yang dinamis. Kemudian, integrasi antara energi surya, penyimpanan energi, dan sistem pemantauan menjadi penting, agar perusahaan tambang dapat menekan emisi, sekaligus menjaga efisiensi, dan kesinambungan operasi.

SUN Energy, kata Jefferson, telah mengimplementasikan pendekatan energi terintegrasi seperti PLTS, BESS, infrastruktur pengisian kendaraan listrik, dan elektrifikasi armada operasional, yang menjadi solusi untuk mendukung transformasi menuju green mining di Indonesia. “Strategi green mining yang efektif perlu melihat karakter operasional tambang secara menyeluruh. Karena itu, implementasinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing site,” kata Jefferson dalam acara media gathering di Jakarta, Rabu (12/3).

Baca Juga :   Jokowi Resmikan Pelabuhan MNP, Terbesar Kedua Setelah Tanjung Priok

Selain dari sisi pembangkitan energi, CEO SUN Mobility Karina Darmawan menambahkan, pihaknya menilai elektrifikasi armada operasional sebagai langkah strategis dalam mendorong operasional tambang yang lebih rendah emisi. Untuk itu, implementasinya perlu disesuaikan dengan karakteristik tambang, mulai dari jenis armada, rute operasional, intensitas penggunaan, dan kesiapan infrastruktur pengisian daya.

“Elektrifikasi armada perlu dipandang sebagai bagian dari transformasi operasional yang lebih menyeluruh,” ujar Karina.

Untuk ke depan, kata Karina, transformasi green mining tidak hanya ditentukan dengan kesiapan teknologi, tetapi juga kolaborasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Melalui pendekatan yang dilakukan, SUN berkomitmen mendukung sektor pertambangan Indonesia dalam membangun operasional yang lebih rendah karbon, efisien, dan tetap berdaya saing.

“Jika dirancang dengan tepat, elektrifikasi dapat membantu perusahaan tambang menekan emisi, meningkatkan efisiensi biaya, dan menciptakan sistem operasional yang lebih modern serta lebih terukur,” kata Karina.

Sementara itu, Ketua Komite Komunikasi & Government Relations Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia-Indonesia Coal Mining Association (APBI-ICMA) Aditya Pratama mengatakan, pihaknya menilai sektor pertambangan nasional mulai menunjukkan kesiapan untuk menggunakan praktik green mining. Kendati demikian, asosiasi pun menyadari penerapannya perlu dilakukan secara bertahap, dan disesuaikan dengan kesiapan operasional, serta infrastruktur di masing-masing perusahaan.

Baca Juga :   Laba Bersih Astra International Turun di Kuartal I/2024, Refleksi Perekonomian Nasional

Tidak hanya itu, Aditya menyebutkan, penerapan green mining memerlukan pendekatan sistem energi yang dirancang secara menyeluruh, sesuai kebutuhan operasional setiap lokasi tambang. Integrasi antara sumber energi terbarukan, sistem penyimpanan energi, dan teknologi pemantauan operasional, dinilai menjadi salah satu pendekatan yang mulai dipertimbangkan untuk mendukung operasional tambang yang lebih efisien, dan rendah emisi.

“Transformasi menuju green mining kini semakin dipandang sebagai kebutuhan bisnis jangka panjang. Tantangannya adalah bagaimana memastikan implementasi dapat berjalan lebih cepat dan lebih luas, didukung ekosistem teknologi yang semakin siap, serta kolaborasi yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan penyedia solusi,” ujar Aditya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics