Tugu Insurance Bercokol Memimpin Asuransi Segmen Marine Hull dan Aviasi
Kantor Pusat Tugu Insurance/Dok. Tugu Insurance
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatatkan posisi jajaran teratas (top tier) dalam perolehan premi bruto untuk empat lini bisnis strategis, yakni marine hull (rangka kapal), aviasi, energy offshore, dan properti.
Data industri menunjukkan bahwa TUGU konsisten menempati posisi nomor satu untuk segmen marine hull dan aviasi. Selain itu, TUGU berhasil naik ke posisi kedua dalam lini bisnis properti serta mempertahankan posisi kedua untuk segmen energy offshore. Pencapaian ini mencerminkan penguatan pangsa pasar TUGU, khususnya pada kategori risiko besar (specialty risks).
Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly menilai kinerja tersebut menjadi penanda valid bahwa perusahaan memiliki kapabilitas mumpuni dalam mengelola portofolio dengan tingkat kompleksitas dan eksposur risiko yang tinggi.
Keempat lini bisnis tersebut, khususnya aviasi dan energi, membutuhkan kapasitas teknis yang kuat, dukungan reasuransi yang solid, serta disiplin underwriting yang ketat untuk menjaga stabilitas hasil (underwriting result).
“Marine hull dan aviasi adalah lini bisnis yang membutuhkan kontrol risiko ketat dan struktur proteksi reasuransi yang sangat kuat. Dominasi TUGU di posisi teratas menunjukkan perusahaan mampu menjaga kualitas portofolionya dalam jangka panjang,” kata Rafly.
Khusus pada lini properti, kenaikan peringkat TUGU sejalan dengan kontribusi premi yang semakin besar dari segmen ini dalam laporan keuangan konsolidasian. Bersama dengan marine hull dan energy offshore, segmen properti menjadi kontributor utama pertumbuhan premi bruto konsolidasian Perseroan hingga September 2025.
Rafly menambahkan bahwa posisi pasar di segmen risiko tinggi sering menjadi indikator utama bagi pelaku industri dalam menilai kapabilitas teknis ( technical excellence) sebuah perusahaan asuransi.
“Jika sebuah perusahaan berada di papan atas untuk lini bisnis risiko tinggi, itu menunjukkan fundamental yang kokoh, mulai dari tata kelola risiko, kompetensi aktuaria, hingga kesiapan modal. Dalam kasus TUGU, posisi pasar tersebut sangat konsisten dengan indikator keuangannya yang kuat,” ungkapnya.
Per 30 September 2025, TUGU mencatatkan Risk-Based Capital (RBC) sebesar 360,9%, jauh di atas rata-rata industri asuransi umum yang berada di level 326%. Selain itu, Rasio Kecukupan Investasi (RKI) TUGU mencapai 272%, melampaui rata-rata industri yang sebesar 166%.
Secara kinerja keuangan, TUGU membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp594,82 miliar pada periode Januari-September 2025. Pendapatan Jasa Asuransi tercatat sebesar Rp5,98 triliun dengan Hasil Jasa Asuransi mencapai Rp682,63 miliar.
Di sisi lain, strategi investasi TUGU juga membuahkan hasil positif dengan kenaikan hasil investasi sebesar 21% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp509,05 miliar. Total aset Perseroan pun tumbuh 19,7% menjadi Rp32,12 triliun dibandingkan posisi akhir Desember 2024, didukung oleh peningkatan ekuitas yang mencapai Rp10,93 triliun.