Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024

0
117

Warta Ekonomi dengan bangga menghelat penghargaan Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024. Mengangkat tema Credibility Catalyst to Develop Regional Economy, penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang telah menciptakan nilai jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan (stakeholders) hingga menjadi suatu tantangan yang kompleks, namun dapat diwujudkan dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan. Acara diselenggarakan di Hotel JS Luwansa, Kamis (7/3/2024) malam.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2023 sebesar 4,94% (yoy). Pertumbuhan sedikit melambat dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang sebesar 5,17% (yoy). Ke depan pertumbuhan ekonomi akan didukung oleh permintaan domestik, baik konsumsi swasta dan Pemerintah, maupun investasi. Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2023 tetap pada kisaran 4,5-5,3%.

Pertumbuhan ekonomi didukung oleh permintaan domestik yang solid. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,06% (yoy), seiring dengan kenaikan mobilitas yang terus berlanjut, daya beli masyarakat yang stabil, serta keyakinan konsumen yang masih tinggi. Sementara itu, konsumsi Pemerintah tumbuh negatif 3,76% (yoy) disebabkan terutama oleh belanja pegawai yang mengalami pergeseran sehubungan penyaluran gaji ke-13 ke triwulan II. Pertumbuhan investasi secara keseluruhan meningkat menjadi 5,77% (yoy) seiring dengan berlanjutnya pembangunan infrastruktur Pemerintah di berbagai wilayah Indonesia, termasuk proyek pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Adapun ekspor secara keseluruhan terkontraksi sebesar 4,26% (yoy) akibat turunnya ekspor barang sejalan dengan perlambatan ekonomi global, ekspor jasa tetap tumbuh kuat didukung kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara.

Baca Juga :   Konsistensi Mendukung Pembangunan Berkelanjutan dengan TJSL, Bank DKI Raih Penghargaan Indonesia Best CSR Award 2024

Perusahaan memiliki kontribusi dalam pencapaian peningkatan ekonomi Indonesia, hal ini diwujudkan dengan realisasi dari setiap sektor usaha di Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pada 2023, nilai PDB Indonesia dinilai mampu mencapai US$1,4 triliun. Angka tersebut setara dengan 1,4% dari total PDB global, serta menempatkan Indonesia di peringkat ke-16 dunia. Kontribusi perusahaan ini yang menjadi langkah nyata perwujudan dengan konsistensi perusahaan menjadi visioner terdepan.

Perusahaan visioner ini mengacu pada pernyataan atau gambaran jangka panjang dari tujuan utama dan arah perusahaan. Visi perusahaan mencakup aspirasi, nilai-nilai inti, dan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai oleh perusahaan. Perusahaan “visionary” ini memiliki visi yang inspiratif dan ambisius, yang membimbing keputusan dan tindakan keputusan bisnis.

CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi Group Muhamad Ihsan mengatakan pemenang visionary companies ini dinilai akan terus mengedepankan navigasi lingkungan dalam melakukan perencanaan strategis dan kemampuan beradaptasi.

“Selain itu, keberadaan teknologi baru memudahkan perusahaan untuk pengembangan otomatisasi yang unggul. Visionary company tidak hanya fokus pada profit tapi lebih pada menjawab, mengapa kami harus hadir? Sehingga  misi kelahirannya di dunia sangat terasa, serta tidak tergantung pada satu sosok satu pemimpin, tapi membangun organisasi yang bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin yang akan melanjutkan eksistensi perusahaan dan kebanyakan mempunyai mimpi yang sangat besar,” katanya saat opening speech di acara Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024, Kamis (7/3/2024).

Baca Juga :   Daftar Bank Penerima Indonesia Top Bank Awards 2024

Direktur Utama PT KAI periode 2009-2014 sekaligus sosok visioner, Ignasius Jonan, yang hadir sebagai keynote speaker menyampaikan bahwa setidaknya saat ini perusahaan harus memahami 4 faktor pendukung guna menghasilkan keberhasilan jangka panjang, seperti perusahaan harus bisa melihat apa yang dibutuhkan oleh dunia (what the world need), kemudian keunikan yang dimiliki oleh perusahaan (what you are company is uniquely good at), kemudian bagaimana perusahaan bisa menghasilkan nilai ekonomi (how you are company can create economic value), dan terakhir adalah orang-orang yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan perusahaan (what people at you are company are passionate about).

“Saya diajarin keunikan sebuah perusahaan itu apa supaya masih bisa tetap bertahan, kalau engga ada yang unik pasti habis ya. Selain itu, bagaimana sebuah perusahaan itu bisa menciptakan nilai ekonomis ya tentunya mengikuti perkembangan zaman dari waktu-waktu dan sebagainya nah sejak kira-kira awal tahun 2000 awal, mungkin 15-16 tahun yang lalu itu ada satu komponen lagi yang menjadi konsen besar adalah what people at you’re company are passionate about. Jadi passion ini di zaman sekarang dimana Gen Z mulai masuk, passion ini menjadi sesuatu yg besar, yang utama. Passion ini driver-nya jauh lebih besar dari knowledge, dari education, konsesi, dan lain-lain,” ujar Jonan.

Baca Juga :   Bank DKI Peroleh Penghargaan dari Kemendagri

Sehingga menurutnya, 4 elemen pendukung yang sudah disebutkan sebelumnya bisa diimplementasikan oleh perusahaan guna mendongkrak kreativitas yang berujung pada keberhasilan jangka panjang.

Halaman Berikutnya
1 2

Leave a reply

Iconomics