Bakal Gelar RUPSLB, GoTo Tegaskan Tidak Ada Kesepakatan dengan Grab dan Danantara

0
127

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo atau Perseroan) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan maupun kesepakatan terkait potensi transaksi atau rencana merger dengan Grab. Perseroan juga menyatakan sejauh belum ada kesepakatan dengan Danantara, holding perusahaan BUMN.

Pernyataan ini disampaikan oleh GoTo melalui surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai tanggapan atas permintaan klarifikasi terhadap pemberitaan di media massa.

Dalam surat bernomor 103/GOTO/CS/JKT/XI/2025 tertanggal 11 November 2025, yang ditandatangani oleh R.A. Koesoemohadiani, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GoTo, Perseroan menegaskan  bahwa penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan datang merupakan bagian dari praktik tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tidak berkaitan dengan rencana aksi korporasi apa pun.

Agenda RUPSLB yang telah diumumkan pada 10 November 2025 dijadwalkan akan dilaksanakan pada 17 Desember 2025, dengan pemanggilan resmi kepada para pemegang saham pada 25 November 2025.

Menanggapi spekulasi media terkait potensi transaksi antara Perseroan dan Grab, Perseroan menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan maupun kesepakatan yang dibuat terkait hal tersebut,” tulis manajemen GoTo.

Baca Juga :   Grab Ungkap Perilaku Konsumen Saat Ramadan, Apa Peluang Bagi Pelaku Bisnis?

Menjawab pertanyaan mengenai diskusi dengan Grab dan Danantara sehubungan dengan kesepakatan lain selain rencana merger, manajemen GoTo menyampaikan “pada tanggal keterbukaan ini, belum ada kesepakatan apapun dengan Danantara dan Grab.”

GoTo menolak berkomentar mengenai rencana buyout saham GOTO di TLKM sebagaimana diberitakan media.

“Perseroan tidak dalam keadaan untuk menanggapi informasi atau pemberitaan yang bersifat spekulatif. Perseroan akan menyampaikan informasi material yang sesuai dengan kebenarannya, tepat waktu, dan sebagaimana disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis GoTo.

Dalam tanggapannya, GoTo menegaskan bahwa tidak memiliki rencana aksi korporasi material dalam 12 bulan ke depan, kecuali pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) untuk periode 2025–2026; pengalihan saham hasil buyback periode 2024–2025 yang telah disetujui dalam RUPSLB tanggal 18 Juni 2025; serta RUPSLB 17 Desember 2025 yang diselenggarakan atas permintaan beberapa pemegang saham.

GoTo menegaskan bahwa agenda RUPSLB tersebut tidak terkait dengan rencana aksi korporasi apa pun. “Informasi lebih lanjut akan disampaikan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku pada saat Perseroan melakukan pemanggilan RUPS,” tulis GoTo.

Baca Juga :   ADIA Pimpin Penggalangan Dana Pra IPO GoTo

Terkait rencana pemegang saham pengendali untuk menjual sahamnya dan mengubah pengendaliannya di Perseroan, GoTo menyampaikan tidak memiliki pengetahuan terkait rencana pemegang saham pengendali atas kepemilikan saham mereka. 

Disebutkan bahwa berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Oktober 2025, tidak ada satu pemegang saham pun yang memiliki saham dengan jumlah kepemilikan lebih dari 50%. 

Namun, pemegang saham Seri B dengan hak suara multipel secara kolektif menguasai 57,82% total hak suara, dan dengan demikian dikategorikan sebagai pemegang saham pengendali sesuai ketentuan POJK No. 22/POJK.04/2021.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics